Saat KAI 'Komplain' Rencana MRT Caplok Commuter Indonesia

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
21 January 2021 11:10
Sejumlah kendaraan motor dan mobil melintas di jalur sosialisasi ganjil-genap di Jl Panglima Polim arah Jl Sinsingamangaraja, Jakarta, Rabu (7/8). Perluasan ganjil-genap mulai disosialisasikan hari ini (7/8/2019) dan akan berlangsung hingga 8 September 2019. Usai masa sosialisasi berakhir, kebijakan itu berlaku penuh mulai 9 September 2019. Jl Panglima Polim, Fatmawati merupakan salah satu rute baru dari daftar rute yang diterapkan ganjil-genap. Ganjil-genap berlaku pada Senin-Jumat, kecuali hari libur nasional, pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Kendaraan dengan nomor pelat ganjil beroperasi pada tanggal ganjil, sedangkan kendaraan dengan nomor pelat genap beroperasi pada tanggal genap. Aturan tersebut berlaku untuk kendaraan roda empat, untuk kendaraan bermotor masih bisa melewati jalur tersebut. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Integrasi moda Transportasi yang efisien merupakan cita-cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari hasil rapat terbatas bersama Gubernur DKI, Jawa Barat, dan Banten. Di mana dikumpulkan pengelolaan Transportasi terpadu (integrasi) Jabodetabek akan dilakukan secara terpusat.

Mulai dari penyederhanaan dalam manajemen, sehingga operasional semakin efisien tidak saling lempar antar Institusi lainnya. Dari hasil ratas dituliskan bahwa pengelolaan moda Transportasi di Jabodetabek data diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Alhasil, Pemprov DKI JAKARTA melalui PT Moda Integrasi Transportasi Jakarta (MITJ) berencana mengambil saham mayoritas PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar 51% di PT Kereta Commuter Indonesia.


Dalam perusahaan MITJ yang ditunjuk sebagai pelaksana integrasi moda Transportasi, KAI tidak menjadi pemilik saham mayoritas. 51% saham akan dimiliki PT MRT Jakarta.

Penolakan pun terjadi dari pihak KAI, Mulai dari Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) yang membeberkan aset KCI lebih dari Rp 100 triliun, tidak sebanding dengan nilai yang akan dibeli MRT Jakarta Rp 1,7 triliun.

Direktur Keuangan PT KAI Indonesia, Salusra Wijaya mengatakan akuisisi tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Karena keputusan diambil berdasarkan rapat terbatas yang dilakukan oleh Presiden dan stakeholder terkait. Lain cerita jika sudah dibentuk peraturan presiden.

"Ini menarik karena ikut beberapa kali diskusi masalah hukum integrasi atau akuisisi. Lawyer MITJ sendiri bilang ratas ini belum memiliki kekuatan hukum sampai ada Perpres, kalau dibentuk Perpres pun akan berlawanan eksisting Perpres di BPTJ 2015 atau KAI 2019," katanya dalam sebuah diskusi, dikutip Kamis (21/1/2021).

Salusra mengatakan proses akusisi ini tidak dapat berlanjut sebelum 3 hal strategis dapat diselesaikan. Yaitu landasan legal kelembagaan, tinjauan kerangka public service obligasi (PSO), serta kejelasan model bisnis.

"Dari sisi keuangan harus mulai kaji juga, KAI akan terdampak jika PSO hilang. Ini berat buat kami karena fixed cost kami tinggi sekali dalam memelihara yang kami miliki, efek dari PSO ini tidak akan dimiliki lagi. Sehingga cash flow terganggu," katanya.

Salusra menjelaskan di masa pandemi ini penurunan pendapatan KAI mencapai 70-80%. Pada tahun ini, proyeksinya juga tidak bagus melihat masih ada pembatasan pergerakan masyarakat, dimana core bisnis KAI bergantung pada jumlah penumpang. Bahkan untuk mendanai kewajiban pokok juga harus mengambil pinjaman dari luar negeri.

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan mengakuisisi sebagian saham PT kereta Commuter Indonesia (KCI) dari PT KAI. Hal ini dalam upaya melakukan layanan transportasi yang terintegrasi. KCI merupakan anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia mengelola kereta komuter di Jabodetabek

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar membeberkan saat ini dalam proses due diligence atau uji tuntas terkait rencana ekspansi ini.

"Akuisisi KCI sedang dalam /due diligence/ dibantu konsultan internasional. Transaksinya adalah corporate transaction, eloknya kita umumkan lagi setelah proses transaksinya selesai," kata Wiliam


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading