Fantastis! Ini Dia Jumlah 'Harta Karun' Tambang di NKRI

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
20 January 2021 20:55
Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal  Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat ada 7300 ton  yang di angkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)  

Aktivitas dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Priok terus berjalan meskipun pemerintan telah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi secara ketat di DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan wabah virus Covid-19. 

Pantauan CNBC Indonesia ada sekitar 55 truk yang hilir mudik mengangkut batubara ini dari kapal tongkang. 

Batubara yang diangkut truk akan dikirim ke berbagai daerah terutama ke Gunung Putri, Bogor. 

Ada 20 pekerja yang melakukan bongkar muat dan pengerjaannya selama 35 jam untuk memindahkan batubara ke truk. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC IndonesiaIndonesia dianugerahi cadangan tambang mineral dan batu bara yang melimpah. Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sumber daya batu bara Indonesia sebesar 148.702,08 juta ton. Sementara cadangan batu bara mencapai 39.559,61 juta ton. Data diproyeksikan masih akan terus bertambah karena belum final.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono mengatakan survei dilakukan di berbagai lokasi, misalnya saja Kalimantan. Pendataan potensi batu bara ini dalam rangka mendukung program hilirisasi.

"Kami lakukan karakterisasi batu bara sehingga kalau hilirisasi tahu potensinya," ungkapnya saat konferensi pers virtual, Rabu (20/01/2021).



Sementara itu untuk potensi mineral, untuk beberapa komoditas yang dipaparkan, misalnya emas primer sumber dayanya 15.047 juta ton, cadangan sebesar 3.566 juta ton. Tembaga sumber daya 14.828 juta ton dan cadangan 2.632 juta ton. Nikel sumber daya sebesar 11.899 juta ton dan cadangan sebesar 4.352 juta ton. Bauksit sumber daya sebesar 5.148 juta ton dan cadangan 2.781 juta ton.

Menurut Eko, ke depan, terkait dengan eksplorasi mineral di tahun 2021, Badan Geologi akan menganggarkan evaluasi potensi mineral ini baik logam maupun non logam. Khususnya logam-logam seperti nikel.

"Potensi kita terbesar di dunia. Tapi kami masih yakin greenfield masih dijumpai nikel. Ini nikel sangat penting untuk pembuatan baterai kendaraan listrik," jelasnya.

Lalu logam tanah jarang atau rare earth, pihaknya juga akan melakukan kajian survei. Tidak kalah penting, imbuhnya, terkait dengan eksplorasi untuk mendukung kebijakan hilirisasi.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading