Jokowi Ungkap Penyebab Utama Banjir Dahsyat Kalsel

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
19 January 2021 08:57
Presiden Joko Widodo meninjau sungai Martapura dari jembatan Pakauman yang berada di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. (Dok: Biro Pers - Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Di lokasi tersebut, kepala negara menyaksikan kondisi lokasi yang hingga kini masih terjebak banjir. Dalam dokumentasi Sekretariat Presiden, Jokowi terlihat memberikan instruksi kepada jajarannya untuk menangani banjir.


Dalam konferensi pers di Jembatan Matraman, Jokowi mengaku telah memerintahkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk segera memperbaiki Jembatan Matraman.

"Ini salah satu jembatan yang runtuh akibat banjir dan saya sudah minta pak Menteri PUPR agar dalam 3-4 hari ini bisa diselesaikan sehingga mobiitas distribusi barang tidak terganggu," kata Jokowi secara virtual dikutip Selasa (19/1/2021).

Jokowi juga meminta hal yang berkaitan dengan evakuasi warga dapat dilakukan dengan baik. Apalagi, sejumlah hal terkait arus logistik berupa bantuan bagi warga terdampak.

"Ini penting karena hampir 20 ribu masyarakat berada di pengungsian sehingga tadi hal penting untuk kita lihat. Sehingga sekurang-kurangnya yang ada bisa dibantu oleh pemerintah pusat, selain juga dari logistik di pemerintah provinsi," jelasnya.

Jokowi menegaskan bahwa ini merupakan banjir bandang pertama setelah 50 tahun tidak pernah terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan. "Ini banjir besar yang lebih dari 50 tahun tidak terjadi di provinsi Kalimantan Selatan," katanya.

Jokowi menjelaskan curah hujan di Kalimantan Selatan dalam kurun waktu 10 hari terakhir memang cukup tinggi. Sungai Barito yang memiliki daya rampung hingga 230 juta meter kubik, akhirnya kewalahan.

"Sekarang ini masuk air sebesar 2,1 miliar kubik air sehingga memang menguap di 10 kabupaten dan kota," jelasnya lagi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading