Sarang Burung Walet

'Harta Karun' RI Selama Ini Banyak Dikirim ke China-Hong Kong

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
15 January 2021 20:03
Ilustrasi Sarang Burung Walet (detikFoto/Rachman Haryanto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komoditas sarang burung walet jadi perbincangan usai pernyataan Menteri Perdagangan M. Lutfi yang menyebut punya nilai ratusan triliun. Harapan di 2021 ini sarang burung walet bisa menjadi komoditas ekspor andalan untuk selamat dari defisit transaksi berjalan.

Dari data Badan Pusat Statistik, total nilai ekspor komoditas sarang walet mencapai US$ 363,9 juta di 2019 dengan total volume 1.258,7 ton, meningkat 25% dari tahun sebelumnya US$ 290 juta sebanyak 1.291,9 ton.

Ada 14 negara yang menjadi tujuan ekspor sarang walet Indonesia, paling banyak ke China dan Hong Kong yang memang terkenal banyak mengkonsumsi sarang burung walet yang disup, disusul Amerika Serikat. Pada 2018 Vietnam menjadi pengimpor terbesar produk sarang walet Indonesia, tapi posisinya digeser oleh Hong Kong di 2019.


Sisanya menuju Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Makau, Thailand, Singapura, Malaysia, Laos, Australia, Vietnam dan Kanada. Ekspor ke Vietnam di 2019 hanya 329,8 ton (US$ 10,72 juta) turun 59% dari tahun sebelumnya 808,06 ton (US$ 25,98 juta).

Secara volume ekspor ke Hong Kong naik 644,1 ton dari 290,4 ton YoY. Tapi nilai ekspor justru stagnan di US$ 88 - US 86 juta. Sementara Ekspor ke China naik 86,9% menjadi 129 ton (US$ 219 juta) dari tahun sebelumnya 69 ton (US$ 139 juta).

Ekspor ke negeri paman sam juga naik drastis menjadi 46,97 ton dari 16 ton YoY, tapi nilai ekspor stagnan di kisaran US$ 12 - 13 juta.

"Kita ini penghasil, pengekspor konon kabarnya 2.000 ton burung walet, 110 ton diantaranya sudah terakreditasi dan dijual langsung ke China. Bisa dibayangkan dari 110 ton, 1 kilogram nilainya RP 25 juta sisanya kita lewati beberapa negara singgahan. Hong Kong, Vietnam, Malaysia dan ujungnya RRT. Harga tersebut kita hitung 2.000 ton saja kali Rp 25 juta nilainya Rp 500 triliun artinya US$ 3,5 billion," kata  M. Lutfi.

Disebut nilai impor sarang burung walet China dari Indonesia pada periode Januari - November 2020 mencapai US$ 350,93 juta naik 88,6% dari periode yang sama di tahun 2019 (US$ 186,07 juta).

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga berharap di tahun 2021, Pemerintah China bisa membuka akses lebih luas bagi produk sarang burung walet dan buah nanas Indonesia untuk memenuhi permintaan masyarakat China.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading