'Harta Karun' di Bawah Gedung Sarinah Punya Ukuran Epik!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
15 January 2021 15:40
Menteri BUMN Erick Thohir saat melihat relief tersembunyi di Gedung Sarinah. (Dok Kementerian BUMN).

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Sarinah untuk melihat langsung progres pemugaran Gedung Sarinah dalam rangka transformasi bisnis Sarinah. Salah satu yang jadi sorotan Erick adalah relief bersejarah peninggalan era Presiden Soekarno berusia lebih dari setengah abad.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati menjelaskan Sarinah sebagai gedung dengan predikat cagar budaya juga memiliki sebuah karya seni rupa patung relief.

Relief ini melambangkan kegiatan ekonomi rakyat jelata yang pada saat itu bertumpu pada hasil pertanian, perkebunan, perikan dan kerajinan. Presiden Soekarno, selaku proklamator dan presiden pertama Indonesia, juga seorang seniman dan yang mencetuskan pembuatan karya seni ini. 


Asikin, salah seorang tokoh dan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB)  mengatakan karya seni ini ukurannya sangat epik serta gigantik. Bahkan pada saat dibuat sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern.

Demikian pula saat Sarinah dibangun sebagai perwujudan modernisasi yang pada masanya adalah mercu suar kebangkitan ekonomi bangsa yang unggul yang berpihak pada ekonomi rakyat yang istilah saat ini adalah UMKM.

Relief ini juga terus mengingatkan amanah Sarinah untuk membesarkan mereka. Sejarah Sarimah yang pada tahun 1980'an yang pernah terbakar dan pelebaran koridor pengunjung relief ini dipindahkan dan disimpan di lantai dasar. Berkenaan dengan transfornamasi dan renovasi Gedung Sarinah maka relief ini akan direstorasi dan dipamerkan saat pemugaran usai dan Sarinah beroperasi kembali.

Menteri Erick yang mengagumi maha karya ini mengatakan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya. Menteri meminta agar karya ini direstorasi sedapat-dapatnya kembali seperti sedia kala, dan saat Sarinah kembali dibuka relief ini dapat dipamerkan kepada publik.

Relief ini menurut catatan beberapa ahli sejarah, dan seni rupa nasional, dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) yang menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah. Menurut catatan pencipta tahu pembuatan relief ini adalah kelompok pematung, pelukis dari Yogyakarta.

Siapa arsitek atau desainer patung ini masih ditelusuri oleh TACB juga blue print atau cetak birunya, karena penting untuk pekerjaan restorasi.

Erick didampingi Fetty Kwartati Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Agung Budi Waskito Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) dan Asikin Ahli Cagar Budaya. Saat ini proses pemugaran gedung Sarinah secara prinsip masih on track dan on schedule walau ditengah-tengah pandemi Covid-19.

Pekerjaan renovasi secara progresif dapat dilaksanakan asal dengan prokes yang ketat. Juga karena sektor konstruksi termasuk yang mendapat izin untuk beroperasi secara full scale.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading