Internasional

Alert! Warning Terbaru WHO Soal Mutasi Virus Corona

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
12 January 2021 08:56
Tedros Adhanom. AP/Christophe Ena

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kesehatan Dunia (WHO) kembali memperingatkan pemimpin dan warga dunia soal mutasi corona baru yang disebut menular lebih 'ganas' dari virus corona awal.

Lembaga PBB tersebut mengatakan jenis baru 'sangat bermasalah' dan dapat menyebabkan kasus rawat inap 'meledak' jika tak segera ditekan.


Hal ini disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di tengah-tengah konferensi pers di Jenewa, Senin (11/1/2021).

Ia mengomentari ditemukannya strain baru corona di Jepang dari empat pelancong asal Brasil, yang disebut memiliki kesamaan dengan jenis mutasi di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel).

"Semakin banyak virus menyebar, semakin tinggi kemungkinan perubahan baru pada virus," kata Tedros di kantor pusat WHO di Jenewa dilansir dari CNBC International.

"Ini dapat mendorong lonjakan kasus dan rawat inap, yang sangat bermasalah bagi petugas kesehatan dan rumah sakit yang sudah hampir mencapai titik puncak. Ini terutama benar ketika kesehatan masyarakat dan tindakan sosial telah gagal."

Ia meminta pembatasan penularan corona massif dilakukan. Termasuk penekanan kembali dengan panduan kesehatan yang saat ini seperti memakai penutup wajah, menjaga jarak secara fisik dan mencuci tangan.

"Membatasi penularan akan mencegah mutasi meningkat," tegasnya.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Tedros menyebut vaksin kemungkinan tidak sama efektivitasnya terhadap mutasi baru. Ia juga menekankan distribusi merata vaksin ke seluruh dunia untuk menyetop mutasi corona.

Senada dengan Tedros, komentar serupa juga dikatakan Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Mike Ryan. Ia menyamakan mutasi dengan memasuki dengan pertandingan sepak bola paruh kedua, meskipun tidak mengubah aturan main, hal itu memberikan "energi baru bagi virus".

"Itu menambah tantangan yang Anda hadapi karena oposisi membawa beberapa pemain baru ke lapangan," kata Ryan.

"Itu tidak mengubah apa yang perlu kita lakukan untuk menang. Itu hanya mengubah kekuatan lawan dan, dalam pengertian itu, kita harus mengambil tindakan menggandakan upaya kita."

Sebelumnya, mutasi baru corona B.11.7, yang menyebar 70% lebih cepat ditemukan di Inggris 14 Desember 2020. Mutasi baru ini telah ditemukan setidaknya di 31 negara dunia, berdasar laporan per 30 Desember 2020.

Melansir Universitas Johns Hopkins, corona sudah menginfeksi 90,4 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 1,9 juta orang.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading