Vaksin Sinovac Manjur 65,3%, Ini Efek Sampingnya

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 January 2021 15:54
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito dalam Konferensi Pers Emergency Use Authorization (EUA) Vaksin COVID-19. (Tangkapan Layar Youtube Badan POM RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengawas dan Obat Makanan (BPOM) telah merestui penggunaan darurat vaksin sinovac pada Senin (11/1) setelah proses uji tahap III di Indonesia. Vaksin Sinovac selama proses uji memiliki efek samping ringan dan sedang, vaksin ini juga dinyatakan aman.

"Aman dari efek samping ringan dan sedang. Efek samping nyeri otot. Sakit kepala hanya disampaikan 0,1 persen. Efek samping tidak berbahaya. Juga ditemukan di pasien penerima plasebo," kata Kepala Badan POMRI, Penny K. Lukito dalam konpers di Jakarta, Senin (11/1).

BPOM juga merilis bahwa hasil efikasi vaksin Sinovac di Indonesia sebesar 65,23%. Hal ini setelah proses uji tahap III yang dilakukan selama 3 bulan.


"Efikasi 65,3 persen di Indonesia. 78 persen di Brasil sudah sesuai dengan WHO minimal 50 persen," katanya.

Penny menegaskan, BPOM memberikan persetujuan EUA untuk CoronaVac Sinovac. "Hari ini Senin 11 Januari 2020 memberikan persetujuan dalam emergency use authorization kepada Sinovac," kata Penny.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading