Good News, Program Sejuta Rumah Tetap Lanjut Lho

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
08 January 2021 10:06
Pekerja menaiki gondola proyek Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pasar Rumput, Jakarta, Rabu (20/2/2018). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menargetkan, pembangunan Rusunawa Pasar Rumput, di Provinsi DKI Jakarta selesai tahun ini. Rusunawa Pasar Rumput ini nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jakarta. (CNBC Indonesia Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Program sejuta rumah sudah hampir mendekati target. Realisasi pembangunan program sejuta rumah sudah mencapai 965.217 unit di seluruh Indonesia per 31 Desember 2020.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga akan melanjutkan program pembangunan rumah rakyat pada tahun ini.

Adapun rincian dari capaian hingga tahun lalu terdiri dari pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 772.324 unit dan untuk non MBR sebanyak 192.893 unit. Pembangunan rumah MBR yang dilakukan Kementerian PUPR mencapai 289.983 unit, terdiri dari dari rumah susun 787 unit, rumah khusus 1.575 unit, rumah swadaya 228.564 unit dan dana alokasi khusus (DAK) 59.057 unit.


Pembangunan rumah MBR juga dilaksanakan oleh kementerian dan lembaga lain 51.136 unit, pemerintah daerah 33.925 unit, pengembang 388.639 unit, program CSR 3.681 unit dan masyarakat 4.960 unit. Sementara untuk pengembang rumah non MBR sebanyak 178.885 unit dan masyarakat 14.038 unit.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program sejuta rumah dilaksanakan agar setiap warga negara Indonesia bisa memiliki rumah tinggal yang layak huni. Apalagi, di masa pandemi Covid -19 ini rumah merupakan hal penting bagi masyarakat.

"Program sejuta rumah akan tetap dilanjutkan karena kebutuhan pokok masyarakat," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (8/1/2021).

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, mengatakan program sejuta rumah terus digenjot meskipun di tengah pandemi. Diharapkan terbangunnya rumah rakyat ini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat karena sektor properti merupakan leading sector yang memiliki efek berganda.

"Sektor properti bisa menggerakkan lebih dari 140 industri, seperti material bahan baku, genteng, semen, paku, besi, kayu, dan lainnya, sehingga memengaruhi produktivitas masyarakat," katanya.

Kementerian PUPR sendiri mengalokasikan anggaran Rp 8,1 triliun pada tahun ini untuk mendukung program sejuta rumah. Sementara untuk penyaluran dana subsidi rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini sebesar Rp 19,1 triliun untuk 157.500 unit rumah.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading