Breaking News: Respons Resmi Trump Tanggapi Kerusuhan Capitol

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
08 January 2021 07:55
Protesters break television equipment outside the the U.S. Capitol on Wednesday, Jan. 6, 2021, in Washington. (AP Photo/Jose Luis Magana) Foto: AP/Jose Luis Magana

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Donald Trump menjadi pihak yang selalu disudutkan dalam kejadian unjuk rasa dan pengepungan gedung parlemen Amerika Serikat, The Capitol, oleh massa pendukungnya. Para suporternya itu menginginkan agar penetapan Joe Biden, rival Trump pada pemilu 3 November lalu sebagai presiden AS dibatalkan.

Menanggapi tuduhan dan kejadian kelam yang menewaskan empat orang, termasuk diantaranya seorang tentara Angkatan Udara (AU) itu, Trump mengeluarkan pernyataan resminya.

Mengutip dari akun Instagram Gedung Putih, Presiden Trump menyuarakan keprihatinannya atas apa yang terjadi di Capitol Hill. Ia juga mengatakan bahwa para pendemo yang menyerbu Capitol Hill telah mencemari nilai-nilai demokrasi.

"Para demonstran yang menyerbu gedung Capitol telah mencemari nilai-nilai demokrasi Amerika. Kalian (demonstran) tidak mewakili AS." Ucap Trump.

Selain itu ia juga berjanji akan membantu melancarkan transisi kekuasaan kepada Presiden terpilih Joe Biden seraya meminta para pihak untuk melakukan rekonsiliasi untuk transisi yang halus. Namun presiden yang berlatar belakang raja properti ini tidak mengucapkan selamat kepada rivalnya dari Partai Demokrat itu

"Kongres telah mengkonfirmasi hasil (pemilu AS) ... fokus saya saat ini adalah memastikan transisi kekuasaan yang halus dan sesuai aturan. Momen ini membutuhkan penyembuhan dan rekonsiliasi," katanya.

Sebelumnya unjuk rasa yang diadakan pendukung Trump berujung ricuh. Massa mulai menyerbu gedung parlemen Amerika Serikat (AS), The Capitol, saat para anggota parlemen itu bersidang untuk menetapkan Joe Biden sebagai presiden AS berikutnya.

Awalnya demonstrasi tersebut diadakan dengan kondusif. Donald Trump sempat menghadiri acara tersebut dan memberikan sepatah dua patah kata di depan pendukungnya itu. Ia menyampaikan bahwa ia tidak akan mengakui kekalahannya pada pemilu 3 November lalu dan terus menerus menyerang legitimasi pemilu.

"Kami tidak akan pernah menyerah. Kami tidak akan pernah menyerah. Itu tidak akan pernah terjadi. Anda tidak mengakui jika melibatkan kematian. Negara kita sudah muak. Kami tidak akan tahan lagi." Ucap Trump dalam demonstrasi "Save America March" itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Trump Ngamuk: 18 Negara Dihantam Tarif Dumping, RI Juga Kena


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading