Kadin DKI Beberkan Efek Covid-19: Banyak Pengusaha Jual Aset

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
07 January 2021 13:15
Ilustrasi Mal Blok M yang sepi pengunjung. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama 10 bulan menjalani pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha yang sudah kolaps. Ketua Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta Diana Dewi mengungkapkan tidak sedikit pengusaha yang menutup operasional perusahaan dengan kondisi yang tidak mengenakkan, termasuk menjual perusahaan.

"Banyak teman-teman yang dalam semi pailit, mereka berjuang agar karyawan bertahan, tapi yang nggak bisa dipertahankan banyak juga. Ada yang berusaha menjual aset-asetnya. Ini memprihatinkan sekali. Banyak teman-teman yang menjual asetnya. Bahkan ada yang tutup dengan berusaha menjual perusahaan," kata Diana dalam program Profit CNBC Indonesia, Kamis (7/1/2021).



Kondisi tersebut berpotensi terus bertambah ketika pemerintah resmi menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sebagian aktivitas ekonomi masyarakat sudah pasti akan tersendat. Alhasil, bisnis pun bisa mengalami penurunan hingga kebuntuan.

"Kalau PSBB diperketat, kami ragu perekonomian bisa sesuai harapan kita, target-target kita," ujar Diana.

Beberapa sektor harus ambrol dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari pariwisata hingga ritel. Tidak salah jika banyak yang memulai usaha baru dengan merambah bidang lain. Tidak mudah, apalagi ketika kondisinya banyak saingan saat ini. Namun, tetap perlu ambil tindakan.

"Teman-teman yang memulai usaha pindah ke usaha lain yang dianggap lebih prospek udah terjadi, apalagi UMKM mereka sekarang beralih ke bisnis lain. Yang belum berinovasi seperti mengikuti era sekarang, bisnis digitaliasi sekarang lagi mengoptimalkan itu. Sebenarnya digitalisasi perlu waktu. Sekarang teman-teman pengusaha lakukan itu," kata Diana.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading