Kang Emil, Jabar Catat Mobilitas Tertinggi Saat Libur Nataru

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
06 January 2021 16:59
Infografis/ Jabar Wajibkan Turis Bawa Bukti Rapid  Test Antigen/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia- Jawa Barat menjadi provinsi dengan mobilitas tertinggi di tempat wisata pada masa liburan natal dan tahun baru, dibandingkan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Untuk Jawa Barat jumlah orang yang dipantau naik tiga kali lipat atau 233% dibandingkan pekan sebelumnya dari 28.850 sebelum libur panjang menjadi 96.151 orang.

"Di Jawa Barat paling banyak pada tahun baru, perbedaan libur natal kenaikan hanya 10% tapi saat tahun baru kenaikannya 6x lipat. Kemudian jumlah org yang dipantau dan ditegur di tempat wisata, yang ditegur naik 2 kali lipat," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah, Rabu (06/01/2021).

Jumlah masyarakat yang melanggar protokol kesehatan di tempat wisata pun naik hampir 200% yakni 65 ribu orang, dibandingkan pekan sebelumnya hanya 22 ribu orang. Kenaikan jumlah orang yang ditegur pun menurut Dewi tidak terlepas dari ketatnya operasi yustisia di Jawa Barat selama masa libur natal dan tahun baru.


"Di Jawa Barat kepatuhan terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker masih agak fluktuatif. Bisa jadi karena ada petugas, orang jadi malu dan akhirnya memakai masker," kata dia

Secara umum menurut Dewi penerapan protokol kesehatan di Jabar masih cukup rendah dan paling tinggi hanya sekitar 70%. Padahal idealnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun (3M) di atas 80-90%.

"Tetapi di weekend tingkat kepatuhan biasanya naik, kalau sebelumnya 40%, naik menjadi 60%. Bisa jadi salah satu kontribusi karena ada kerumunan orang menjadi lebih aware dan terdorong melakukan kepatuhan. Selain itu libur tahun baru, hari Sabtu minggu meningkat pemantauannya. Malahan tahun baru lebih tinggi karena peningkatan operasi personil di lapangan, angkanya harus ditingkatkan, karana angka tertinggi masih 73-74%," jelas Dewi.

Sementara itu di Jawa Tengah, kenaikan orang yang dipantau masih lebih sedikit dibandingkan Jawa Barat meski dibandingkan pekan sebelumnya naik 82% menjadi 50 ribu orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 28 orang terpantau melanggar protokol kesehatan, atau naik 82,82%.

Sama seperti Jabar, di Jawa Tengah tren kenaikan libur natal kenaikannya hanya 32,9%, sedangkan libur tahun baru lebuh dari 2 kali lipat. Sementara di Yogyakarta jumlah orang yang dipantau naik 169% saat libur nataru dibandingkan pekan sebelumnya. Jumlah masyarakat yang ditegur pun menjadi 5755 atau naik 106% dibandingkan pekan biasa.

"Memang di libur akhir tahun, opsinya lebih banyak ke tempat terbuka. Tapi tetap harus lihat kepadatan disana. Harus dilihat kendaraan saat perginya, dengan apa dan bersama siapa, ramai atau tidak. Ini yang tidak boleh dilupakan," kata Dewi.

Dia juga mengingatkan 14 hari ke depan menjadi masa yang waspada untuk peningkatan kasus, karena lonjakan mobilitas orang paling tinggi terjadi pada saat tahun baru.

Dewi juga menegaskan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak (3M) harus diterapkan sebagai kunci memutus rantai penularan. Pasalnya pada saat tahun baru penggunaan masker secara nasional menurun hingga menjadi 77%, padahal biasanya diatas 80%.

"Kita kadang lupa apa yang membuat keramaian, kemudian berlama-lama di ruangan tertutup , kontak erat juga kemudian juga durasi," katanya


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading