Warning Jokowi ke Bapak-bapak: Bansos Jangan untuk Beli Rokok

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
04 January 2021 18:05
Presiden RI, Jokowi di Peluncuran Bantuan Tunai Se-Indonesia Tahun 2021, Istana Negara, 4 Januari 2021 (Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah berkomitmen menyalurkan seluruh programĀ bantuan sosial (bansos) dalam bentuk tunai pada tahun ini. PresidenĀ Joko Widodo (Jokowi) juga menegaskan agar bantuan yang diberikan pemerintah hanya untuk membeli kebutuhan pokok dan pangan.

"Manfaatkan bantuan ini secara tepat. Kalau yang untuk beli sembako ya beli sembako. Jangan ada yang digunakan untuk beli rokok. Hati-hati nih yang bapak-bapak terutama," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1/2021).

Permintaan Jokowi agar masyarakat tidak membeli rokok disampaikan hingga dua kali peringatan.

"Jangan dipakai untuk beli rokok, belikan sembako sehingga bisa mengurangi beban keluarga di saat masa pandemi ini," kata Jokowi melanjutkan lagi peringatannya.

Terkait Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah menargetkan bisa memberikan dalam 4 tahap melalui himpunan bank-bank milik negara (Himbara) pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.

Kemudian untuk program kartu sembako akan disalurkan dari Januari hingga Desember 2021, dengan nilai Rp 200 ribu per keluarga setiap bulannya.

Sementara untuk bantuan sosial tunai (BST) akan diberikan selama 4 bulan, yakni Januari, Februari, Maret, dan April dengan nilai Rp 300 ribu per bulan setiap keluarga.



Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial Tri Rismaharini memerinci anggaran bansos yang ada di bawah Kementerian Sosial.

Untuk program PKH akan diberikan kepada 10 juta keluarga dengan anggaran Rp 28,7 triliun. Kartu Sembako dengan target penerima sebanyak 18,8 juta keluarga dengan anggaran Rp 45,12 triliun. Kemudian untuk program bansos tunai untuk target penerima 10 juta keluarga dengan anggaran Rp 12 triliun.

Adapun pemerintah melanjutkan program perlindungan sosial dalam program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 110,2 triliun di tahun ini atau turun dari anggaran perlindungan sosial di tahun 2020 yang sebesar Rp 203,9 triliun.

Berikut perincian anggaran perlindungan sosial yang sebesar Rp 110,2 triliun di tahun ini:


PKH untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM)
Kartu sembako untuk 18,8 juta KPM dengan nilai Rp 200 ribu per keluarga
Kartu Prakerja Rp 10 triliun
BLT Dana Desa Rp 14,4 triliun
Bansos Tunai kepada 10 juta KPM dengan nilai Rp 200 ribu selama 6 bulan.

Secara keseluruhan, anggaran untuk PC PEN tahun 2021, juga turun dari tahun 2020 yang sebesar Rp 695,2 triliun, di tahun ini diturunkan menjadi Rp 372,3 triliun, seiring dengan harapan adanya perbaikan ekonomi dan pendistribusian vaksin Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading