Cuma 'Orang Kesehatan' Bisa Bereskan Krisis Ekonomi Kali Ini

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
30 December 2020 18:44
M Chatib basri Foto: Detikcom/ Ari Saputra

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 yang juga tidak melandai di tanah air, menjadi sorotan Ekonom Senior Chatib Basri. Menurut dia, krisis ekonomi yang terjadi saat ini hanya bisa diselesaikan oleh orang kesehatan, bukan dengan orang dengan background ekonomi.

Chatib yang juga merupakan Menteri Keuangan (periode 2013-2014) itu mengatakan, upaya yang bisa dilakukan pemerintah Indonesia lepas dari krisis ekonomi, satu-satunya cara adalah dengan mengatasi pandemi Covid-19.

Dia khawatir, apabila pandemi merebak lagi, jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat, dan jumlah kematian juga bertambah, maka mau tidak mau pemerintah harus memperketat lagi mobilitas masyarakat Indonesia.

Apabila mobilitas masyarakat diperketat lagi, akibatnya mobilitas ekonomi akan terganggu. Sehingga pemulihan ekonomi Indonesia akan beresiko akan berbentuk seperti huruf W.

M Chatib basri Foto: Detikcom/ Ari SaputraFoto: M Chatib basri Foto: Detikcom/ Ari Saputra
M Chatib basri Foto: Detikcom/ Ari Saputra



"Kalau mobilitas diperketat, ekonomi akan terganggu. Ini krisis ekonomi dimana yang bisa menyelesaikan orang kesehatan dan bukan ekonomi," jelas Chatib dalam Closing Bell CNBC Indonesia TV, Rabu (30/12/2020).

Game changer satu-satunya pemulihan ekonomi, kata Chatib adalah dengan vaksinasi. Namun, Chatib mengkhawatirkan soal pendistribusian vaksin, apakah implementasinya bisa berjalan baik atau tidak.

Seperti diketahui, akibat pandemi Covid-19 membuat Indonesia harus terjerumus ke jurang resesi ekonomi, untuk pertama kalinya sejak 1998. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 tercatat mengalami negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

Laju kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2020 tumbuh 2,97%, kemudian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II-2020 terjun ke level -5,32%. Kemudian hal yang sama juga terjadi pada Kuartal III-2020, dengan pertumbuhan ekonomi -3,49%.

Resesi ekonomi yang terjadi di Indonesia ini, kata Chatib adalah resesi yang dibuat sendiri oleh manusia, karena pandemi orang diminta untuk tinggal di rumah, social distancing. Akibatnya aktivitas ekonomi berhenti atau terganggu.

Sehingga jika ingin keluar dari resesi ekonomi, maka pemerintah harus bisa mengendalikan pandemi Covid-19 ini. Orang harus bisa beraktivitas kembali dan itu artinya dengan cara penyelesaian pandemi.

Penyelesaian pandemi Covid-19, menurut Chatib hanya ada dua kemungkinan, masyarakat disiplin dengan protokol kesehatan. Atau kalau masyarakat tidak disiplin, maka yang dibutuhkan adalah vaksin.

"Kalau buat saya, disiplin penerapan sulit dijalankan di Indonesia. Maka game changernya adalah vaksin mau tidak mau. Tidak ada pilihan lain bagi kita, kecuali vaksinasi," ujarnya.

Pun, jika vaksinasi mampu didistribusikan, ekonomi tidak akan lantas pulih dengan cepat.

"Perkiraan saya, vaksin mulai mampu didistribusikan, itu mungkin pemulihan ekonomi akan lebih cepat di paruh kedua 2021. Asumsinya distribusinya bisa dilakukan dengan baik," jelas Chatib.

"Pertanyaannya adalah kemampuan logistik distribusi kita. Semakin terganggu proses ini, maka semakin lama pemulihan terjadi," kata Chatib melanjutkan.

residen Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Budi Gunadi Sadikin (BGS) sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto pada Selasa (22/12/2020).

Budi Gunadi Sadikin menjadi menteri Kesehatan pertama di Indonesia yang tidak memiliki latar belakang di bidang kesehatan. Pria berusia 54 tahun ini merupakan alumni Institute Teknologi Bandung (ITB) jurusan teknik nuklir.

Sebelum bergabung dengan pemerintahan, pria yang disapa BGS ini merupakan seorang bankir senior yang menduduki berbagai jabatan di PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Posisi terakhirnya adalah Direktur utama Bank Mandiri.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading