Pebisnis Makin Pede, Ekonomi RI Bisa dong Meroket di 2021?

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
25 December 2020 15:53
People wearing face masks to help curb the spread of the coronavirus ride escalators in a subway station Thursday, July 16, 2020, in Tokyo. Japan's Prime Minister Shinzo Abe said he might have to rethink plans for a domestic tourism campaign to help offset losses from keeping borders closed to foreign visitors. Tokyo's new cases have been rising by hundreds daily. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kuartal keempat tahun ini akan segera berakhir. Tahun 2020 akan segera berganti menjadi 2021. Para pelaku usaha di Asia  tampak terlihat mulai lebih optimistis kali ini menyongsong prospek perekonomian yang lebih cerah. 

Outlook untuk enam bulan ke depan di mata pelaku bisnis di Asia terlihat membaik di kuartal keempat tahun ini. Hal tersebut tercermin dari kenaikan indeks sentimen bisnis Asia dari 53 pada kuartal sebelumnya, naik 9 poin menjadi 62pada tahun ini. 

Survei yang dilakukan oleh Thomson Reuters dan INSEAD kepada 101 perusahaan di 11 negara kawasan Asia Pasifik tersebut menunjukkan angka yang paling tinggi sejak kuartal keempat 2019.


"Ada rasa optimisme ke depan," kata Antonio Fatas, profesor ekonomi di sekolah bisnis global INSEAD yang berbasis di Singapura.

"Segalanya menjadi lebih baik tetapi masih banyak ketidakpastian. Efek krisis sangat berbeda antar sektor," tambahnya sembari menyebut sektor transportasi yang paling terdampak akibat pembatasan perjalanan global.

Sementara Amerika Serikat dan Inggris sudah mulai memvaksinasi sebagian kecil populasinya, hanya sedikit negara Asia yang berharap mendapatkan vaksin virus corona dalam jumlah yang signifikan dalam beberapa minggu mendatang.

Beberapa negara Asia masih menjalankan uji coba tahap akhir vaksin mereka sendiri, sementara yang lain memberikan waktu untuk memeriksa efek samping pada orang yang diinokulasi dengan kandidat vaksin yang tengah dikembangkan.

Seperempat perusahaan dalam survei yang dilakukan Reuters dan INSEAD pada 4-18 Desember, paling mengkhawatirkan adanya fenomena pemangkasan tenaga kerja (PHK). Hal tersebut pada akhirnya hanya akan merugikan konsumsi dan menekan kinerja korporasi.

Tak bisa dipungkiri, dampak pandemi Covid-19 tahun ini membuat perekonomian global jatuh ke dalam jurang resesi. Adanya lockdown membuat negara maju maupun berkembang mengalami nasib serupa. 

Output PDB global diperkirakan mengalami kontraksi lebih dari 4% di tahun ini sebelum rebound tahun depan akibat prospek vaksin yang lebih cerah serta adanya low based effect

Kondisi Ekonomi Indonesia 2020
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading