Wamenkumham Baru: Pernah Saksi Ahli Ahok & Kritik Cipta Kerja

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
23 December 2020 13:15
Prof Edward Omar Sharif Hiariej (Grandyos Zafna/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi melantik lima posisi wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. Kelima wakil menteri dilantik secara bersamaan dengan enam menteri baru yang sebelumnya telah diperkenalkan Jokowi.

Salah satu wakil menteri, yaitu Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Eddy akan mendampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly.

"Saya kebetulan dihubungi bapak menteri Sekretaris Negara Prof Pratikno pada hari Senin dan diminta untuk datang ke Jakarta karena direncanakan pada Rabu 23 Desember ini akan ada pelantikan," kata Eddy, Rabu (23/12/2020).


Eddy merupakan Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada. Eddy yang dikenal sebagai seorang akademisi ini meraih gelar profesor di usia yang terbilang muda yakni 37 tahun.

Eddy tercatat ditunjuk sebagai saksi ahli dalam sidang kasus penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 2017 lalu. Bahkan, Eddy sempat menjadi ahli dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Eddy kala itu dihadirkan sebagai ahli pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Meski demikian, Eddy juga dikenal sebagai salah satu sosok yang kerap mengkritik Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Saat itu, UU Cipta Kerja berpotensi menjadi 'macan kertas' karena tidak memiliki sanksi yang efektif.

Usai dilantik, Eddy mengaku akan mempelajari terlebih dahulu masalah yang ada di otoritas hukum dan HAM sebelum mengambil tindakan. Eddy menjamin akan tetap berkoordinasi dengan menteri untuk menyelesaikan masalah hukum dan HAM.

"Saya pasti akan berkoordinasi karena sebagai wakil menteri adalah membantu menteri agar ke depannya sebagai apa," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading