BGS Disebut Jadi Menteri, Apa Menkes Harus Bergelar Dokter?

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
22 December 2020 14:00
Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin (Biro Pers Sekretariat Presiden/ Kris)

Jakarta, CNBC Indonesia - Isu perombakan kabinet (reshuffle) kembali menyeruak. Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah melakukan evaluasi dalam beberapa bulan terakhir terhadap kinerja para menterinya, dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Salah satu yang akan diganti antara lain Terawan Agus Putranto, yang kini menduduki posisi menteri kesehatan (menkes). Kinerjanya kerap dipertanyakan dan seakan 'menghilang' di tengah pandemi.


Mengutip sumber, nominasi penggantinya Terawan cukup mengejutkan. Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disebut calon kuat pengganti dokter militer itu.

Memang sejak Juli lalu, menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ia pun telah terlibat langsung dalam menangani pandemi Covid-19. Namun ia tak memiliki latar belakang medis sama sekali.

Lalu apakah menkes harus bergelar dokter atau sarjana kesehatan?

Merujuk beberapa negara, sebenarnya latar belakang menkes tak harus seperti itu. Setidaknya ada tiga negara sudah membuktikannya. Dan kabarnya juga, jika BGS nanti akan menjadi Menkes, maka akan didampingi Wamenkes atau Wakil Menteri Kesehatan.

Halaman 2 >> Singapura

HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading