Internasional

'Malapetaka' Macron, Pemimpin Eropa Dikarantina

News - sef, CNBC Indonesia
18 December 2020 06:21
France's President Emmanuel Macron delivers a speech during a Citizens' Convention on Climate, in Paris, Monday, Dec. 14. (AP Photo/Thibault Camus, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi pemimpin nasional terbaru yang positif corona (Covid-19). Pengumuman disampaikan secara resmi oleh kantor presiden, Kamis (17/12/2020).

Ini memaksa sejumlah politisi Eropa dikarantina ketika benua itu bergelut dengan angka kematian corona yang terus meningkat melewati 500.000. Eropa tengah berjuang melawan gelombang musim dingin yang telah menempatkan wilayah itu di 'jantung pandemi' sekali lagi setelah awal 2020.


Macron menunjukkan gejala termasuk demam, batuk dan kelelahan. Ia kini diisolasi selama tujuh hari, sesuai dengan aturan di Prancis.

"Dia akan terus bekerja dan melakukan aktivitas jarak jauh," kata kantornya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP. Kini, sang presiden yang sempat berseteru dengan pemimpin Turki Erdogan tersebut, telah meninggalkan istana Elysee dan menuju kediamannya di La Lanterne, Versailles, Paris.

Hasil tes ini sekarang mengelompokkan pemimpin berusia 42 tahun itu dengan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang sempat terinfeksi. Keduanya dirawat di rumah sakit setelah tertular.

Berita positifnya Macron membuat sejumlah politisi atas Eropa turut melakukan isolasi. Pasalnya pekan ini adalah pekan penuh kegiatan, di mana Macron sempat melakukan tatap muka dengan sejumlah pemimpin Eropa dalam pertemuan di Brussels membahas anggaran dan Turki.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Perdana Menteri Portugal Antonio Costa, Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel hingga Dewan Eropa Charles Michel kini melakukan isolasi mandiri.

Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo awalnya melakukan isolasi mandiri. Namun setelah hasil tes-nya negative, ia mengatakan akan kembali bekerja pada Jumat ini.

Ini sama dengan Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin. Pemimpin Jerman Kanselir Angela Merkel juga negatif.

Eropa Lockdown

Beberapa negara Eropa kembali melakukan pembatasan sosial, mulai pengetatan status, jam malam hingga lockdown. Pemimpin kawasan khawatir liburan Natal akan membuat kasus meledak.

Jerman melakukan lockdown parsial minggu ini. Pada Kamis, 30.000 kasus infeksi tercatat di Negeri Panser dan menjadi rekor. Polandia juga akan melakukan hal serupa selama tiga minggu. Hanya toko penting yang boleh buka.

Sementara Denmark, Prancis, Turki, dan Belanda semuanya telah memperkuat pembatasan. Bulgaria bahkan berujar akan mengetatkan pembatasan hingga akhir Januari.

Uni Eropa sendiri akan memulai vaksinasi massal per 27 Desember.Inokulasi diumumkan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

"Ini momen Eropa. Pada Pada 27, 28 dan 29 Desember vaksinasi akan dimulai di seluruh UE," katanya.

Vaksin kini menjadi harapan untuk mengakhiri siklus lonjakan kasus Covid-19. Virus yang pertama kali mewabah di Wuhan China itu telah menghancurkan ekonomi banyak negara dunia.

Artikel Selanjutnya

Saat Dunia 'Terbelah' Gara-Gara Lidah Macron


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading