Penjualan Mobil November Sentuh Rekor Baru, Tanda Apa?

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
14 December 2020 19:35
Sales marketing menawarkan produk mobil di Tunas Daihatsu Tebet, Jakarta, Selasa (16/6). Pandemi corona membuat angka penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan drastis. Penjualan mobil bulan lalu anjlok hingga 95 persen bila periode yang sama tahun 2019.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh detikOto dari PT Astra International Tbk, pada bulan kelima tahun 2020, industri otomotif hanya mampu mengirim 3.551 unit mobil baru. Angka ini merosot 95 % dibanding bulan Mei 2019, di mana saat itu mencapai 84.109 unit. Angka ini merupakan penjualan berupa wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer. Seperti diketahui, banyak pabrik otomotif di Indonesia yang berhenti produksi sementara di tengah pandemi COVID-19. Wajar jika distribusinya pada Mei 2020 anjlok drastis. Adapun mengatasi penurunan banyak pabrikan otomotif  menawarkan paket penjualan khusus demi mendongkrak penjualan. Rendi selaku supervisor di Tunas Daihatsu Tebet mengatakan

Jakarta, CNBC Indonesia - Jualan mobil secara nasional sangat terimbas pandemi Covid - 19 cukup dalam. Namun, pada November 2020 terjadi rekor baru penjualan selama pandemi covid-19 menghantam Indonesia sejak Maret 2020.

Data Gaikindo mencatat periode Januari - November 2020 penjualan secara wholesales hanya 474.910 unit dibanding periode sama tahun sebelumnya 945.245 unit, atau turun -49,8%. Sementara dari Retail Sales tercatat penurunan -46% menjadi 509.788 unit dari 944.870 pada periode sama tahun sebelumnya.

Sedangkan secara bulanan pada whole ales November 2020 hanya 53.844 turun -41% dari November 2019 mencapai 91.240 unit. Untuk retail sales juga mencatatkan angka 56.106 uit atau turun 39,9% dari November 2019 mencapai 93.318.


Bila dibandingkan secara bulan Oktober - November 2020 secara wholesales penjualan mobil naik 9,8% menjadi 49.018 unit dari 53.844 unit. Sementara di penjualan ritel naik 21,2% menjadi 56.106 unit dari bulan Oktober 46.284 unit. Ini merupakan rekor baru selama pandemi covid-19.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO) Jonkie D Sugiarto mengharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali ke arah 5%, imbasnya daya beli masyarakat juga akan membaik dan kembali melakukan pembelanjaan mobil.

"Tahun ini diperkirakan hanya 525 ribu unit sesuai target, tahun depan forecast penjualan 750 ribu unit," kata Djonkie kepada CNBC Indonesia, Senin (14/12).

Jongkie mengatakan kontribusi penjualan mobil terbesar akan berasal dari jenis mobil Rp 250 juta ke bawah. Sedangkan untuk mobil listrik yang masih berharga Rp 700 jutaan masih berkontribusi tipis.

Dimana Toyota masih memiliki pangsa pasar terbesar 30%, disusul Daihatsu 17% dan Honda 13%. Sementara Misubisji dan Suzuki mendapat pangsa pasar 12,3% dan 10,7 %.

Selama 2020 penjualan mobil November memang yang tertinggi sejak pandemi. Pada Januari 80.435 unit, Februari 79.644 unit, Maret 76.811 unit. Setelah memasuki periode pandemi, pada April penjualan merosot tajam menjadi 7.868 unit. Lalu Mei menjadi 3.551 unit. Pada Juni sebanyak 12.623 unit, Juli 25.283 unit, Agustus 37.277 unit, September 48.554 unit, dan Oktober 49.043 unit.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading