Duh! Produktivitas Kebun Sawit RI Kalah Jauh dari Malaysia

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
09 December 2020 16:40
foto : Ist/astra.co.id

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendorong program biodiesel 30% (B30) di mana pemanfaatannya ditargetkan akan semakin berkembang dan pada tahun depan direncanakan meningkat menjadi 40% (B40).

Program biodiesel 30% merupakan hasil pencampuran minyak solar dengan olahan minyak sawit yakni Fatty Acid Methyl Esters (FAME) sebesar 30%. Jika terus dikembangkan ke B40, akan kah semakin banyak pembukaan lahan baru untuk kebun sawit? Sudah sejauh mana produktivitas dari kebun sawit yang ada saat ini?

Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Jenderal Perubahan Iklim di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan produktivitas kebun sawit Indonesia masih kalah dengan negara tetangga Malaysia. Dia menyebut, produktivitas kebun sawit RI masih sekitar sepertiga atau setengah dari Malaysia.


"Kalau boleh dibandingkan dengan negara tetangga kita, kita masih separuhnya atau sepertiga dari produktivitas Malaysia. Harus kejar produktivitas lebih tinggi," ungkapnya dalam acara Pertamina Energy Webinar 2020, Selasa (08/12/2020).

Menurutnya, dengan mendorong produktivitas yang lebih tinggi, maka tidak perlu lagi membuka lahan yang masih bagus, apalagi hutan primer. Saat ini, imbuhnya, sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) untuk menghentikan pemberian izin baru.

"Ada Inpresnya juga. Kita menghentikan pemberian izin baru terutama untuk hutan alam primer dan gambut. Kita sedang evaluasi pembukaan atau pemberian izin baru untuk sawit tapi dengan meningkatkan produktivitas sawit," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak diberikannya izin baru ini menjadi langkah dalam upaya meningkatkan produktivitas. Dia menyebut, banyak perkebunan sawit yang sudah tua, sehingga perlu dilakukan peremajaan.

"Instruksi Presiden bahwa akan lakukan evaluasi perkebunan sawit kita, kita moratorium izin baru sawit, tidak ada izin sawit dulu tapi dengan meningkatkan produktivitas kebun-kebun sawit yang sudah ada," jelasnya.

Ruandha menyebut, dari data yang ada, penggarapan lahan dari beberapa izin yang telah diberikan belum dilakukan dengan baik.

"Meningkatkan produktivitasnya dengan ganti bibit, pasca pengolahan yang baik, banyak sekali upaya-upaya sehingga bisa tingkatkan produktivitas kelapa sawit," tuturnya.

Pemerintah memperkirakan produksi biodiesel di dalam negeri pada 2021 atau 2022 mencapai sekitar 15-16 juta kilo liter (kl), naik 33% dari produksi yang ada saat ini sekitar 12 juta kl.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (16/11/2020).

"Untuk 2021/2022, Indonesia akan punya kapasitas 15-16 juta kl dari sisi produksi biodiesel dari sekarang ada sekitar 12 juta kl," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading