Iuran BPJS Kesehatan 2021 Dipastikan Tak Naik, Tapi....

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
01 December 2020 09:12
BPJS Kesehatan (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iuran BPJS Kesehatan di tahun 2021 dipastikan tidak akan naik. Hal tersebut dikatakan secara resmi oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

Anggota DJSN Muttaqien mengatakan, iuran BPJS Kesehatan yang berlaku pada 2021 akan tetap berpedoman dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020.

"Iuran BPJS Kesehatan untuk tahun 2021 masih akan mengikuti Perpres 64 Tahun 2020. Tidak ada perubahan besaran iuran," jelas Muttaqien kepada CNBC Indonesia, Selasa (1/12/2020).


Bagi peserta BPJS Kesehatan Kelas 3 peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), siap-siap harus merogoh kocek lebih besar, karena pemerintah tidak lagi memberikan bantuan iuran seperti di tahun 2020 yang sebesar Rp 16.500. Karena pemerintah hanya akan memberikan bantuan iuran sebesar Rp 7.000

Mulai Januari 2021 peserta BPJS Kesehatan Kelas 3 peserta PBPU dan BP harus membayar iuran per bulan sebesar Rp 35.000, dari sebelumnya hanya membayar iuran Rp 25.000.

"Per Januari 2021 kontribusi iuran peserta Kelas 3 peserta PBPU dan BP sebesar Rp 35.000 dan pemerintah tetap memberikan bantuan iuran sebesar Rp 7.000," kata Muttaqien.

Kendati demikian, untuk peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), pemerintah tetap hadir dengan tetap membayarkan iuran PBI bagi 40% atau 96 juta masyarakat miskin sebesar Rp 42.000.

Dalam pembayaran iuran peserta PBI di tahun 2021, akan ada kontribusi pemerintah daerah (Pemda) Provinsi sebesar Rp 2.000 sampai Rp 2.200 tergantung kapasitas fiskal daerah.

Daftar iuran BPJS Kesehatan 2021 yang mengacu pada Perpres Nomor 64 Tahun 2020 yakni:
- Kelas 1: Rp 150.000
- Kelas 2: Rp 100.000
- Kelas 3: Rp 35.000


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading