Manfaatkan Peluang RCEP, RI Harus Ubah Mindset Soal Impor

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
30 November 2020 14:12
Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal Damuri dalam acara webinar

Jakarta, CNBC Indonesia- Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal Damuri mengatakan Indonesia harus mengubah mindset mengenai impor yang selama ini dianggap negatif. Impor barang merupakan peluang apabila digunakan untuk meningkatkan ekspor.

Hal tersebut diungkapkan Yose Rizal mengenai keuntungan global value chain (GVC) pasca Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dalam Webinar "Pemanfaatan Kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang Berkualitas", Senin (30/11/2020).

"Kalau kita mau meningkatkan partisipasi dalam GVC harus diubah mindset, bahwa impor bisa digunakan untuk ekspor lebih lanjut," ujarnya.


Yose mengatakan pada dasarnya global value chain terdiri atas 2 konsep, yakni pertama bagaimana barang ekspor Indonesia digunakan oleh negara lain dalam ekspor selanjutnya oleh mereka. Kedua, berapa banyak impor Indonesia yang menggunakan bahan dari luar negeri.

"Yang bagian pertama sudah cukup tinggi hampir 40% barang-barang kita (Indonesia) yang digunakan di negara lain sebagai bahan ekspor mereka. Sementara bahan ekspor yang digunakan di Indonesia untuk menunjang ekspor Indonesia kecil sekali, hanya kurang dr 12%," ujarnya.

Menurutnya, demi keperluan ekspor, negara-negara tersebut tidak mensubstitusi barang dari Indonesia. Untuk itu, tuturnya, Indonesia juga tidak perlu untuk melakukan subtitusi barang impor yang digunakan untuk ekspor, apalagi bila barang tersebut tidak diproduksi di dalam negeri.

"Pemahaman GVC kita agak kurang tepat, midsetnya harus diubah jangan semua harus dikerjakan sendiri. Kalau perlu kita manfaatkan apa yg kita impor untuk meningkatkan daya saing," ujarnya.

Informasi saja, RCEP merupakan kesepakatan trading block terbesar di dunia, yang meliputi 30% dari PDB dunia, 27% dari perdagangan dunia, 29% dari investasi asing langsung, dan 29% dari populasi dunia. Indonesia bergabung dalam RCEP bersama 14 negara lain setelah menandatangani Perjanjian RCEP pada KTT RCEP 15 November 2020 lalu.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading