5 Klaster Penularan Covid-19 Terbesar di RI

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
26 November 2020 20:44
Infografis/ Segera ke RS, Ini Dia Gejala Positif Covid-19/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia- Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa kerumunan massa dapat menyebabkan penularan virus corona (Covid-19) yang cepat dan membuat kasus menjadi melonjak.

"Berdasarkan data nasional, terdapat berbagai kegiatan kerumunan yang berdampak pada timbulnya klaster penularan COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers Kamis (26/11/2020).

Bahkan dari pengalaman historis, akibat dari kerumunan di 1 tempat penularan bisa menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Berikut ini klaster-klaster kerumunan massa seperti yang disampaikan oleh Wiku.


1. Klaster Sidang Sinode GPIB 
Klaster ini berawal dari kegiatan keagamaan yang dilakukan di Bogor, Jawa Barat. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih 685 orang.

Akibat klaster tersebut menghasilkan 24 kasus yang menyebar di 5 provinsi di Indonesia, yaitu Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

2. Klaster Seminar Bisnis Tanpa Riba
Klaster ini juga terjadi di Bogor, Jawa Barat yang melibatkan 200 orang peserta. Dari klaster ini menghasilkan 24 kasus di 7 provinsi, dan menimbulkan korban jiwa sebanyak 3 orang.

Kasus akibat klaster ini menyebar ke berbagai provinsi yaitu Lampung, Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Papua.

3. Klaster Gereja Bethel Lembang
Klaster ini juga terbentuk setelah mengadakan kegiatan keagamaan yang melibatkan sekitar 200 peserta di Lembang, Jawa Barat. Bahkan dari klaster ini menghasilkan 226 kasus penularan COVID-19.

4. Klaster Ijtima Ulama Gowa
Klaster ini terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 8.761 orang. Bahkan klaster ini menghasilkan 1.248 kasus di 20 provinsi di Indonesia.

5. Klaster Pondok Pesantren Temboro
Klaster ini terjadi di pondok pesantren Temboro di Magetan, Jawa Timur. Dari klaster ini menimbulkan 193 kasus di enam provinsi, lebih dari 14 kabupaten dan kota, serta satu negara lain.

"Jadi tidak heran klaster tersebut terjadi karena adanya kerumunan di masyarakat. Dan masyarakat akan susah untuk menjaga jarak," kata Wiku.

Wiku menegaskan bahwa penerapan protokol kesehatan secara konsisten dapat mencegah penularan Covid-19. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk disiplin #pakaimasker, #jagajarak hindari kerumunan, dan #cucitangan yang rutin.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading