Ingat! Harga Vaksin Covid-19 Lebih Murah daripada Pengobatan

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
26 November 2020 19:15
Infografis/Sederet  Fakta  Tentang  Vaksin

Jakarta, CNBC Indonesia - Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. dr. Hasbullah Thabrany berharap agar masyarakat mau divaksinasi jika sudah tersedia di Indonesia. Dia juga berharap harga vaksin Covid-19 dipatok Rp 200 ribu untuk vaksin mandiri.

"Virus bisa masuk ke badan tapi dikalahkan oleh vaksin. Tentu saja kita hanya bayar Rp 200 ribu untuk suntik. Kalau tidak suntik, kena (virus) bisa jadi (biaya RS) Rp 100 juta," katanya secara virtual di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

"Misalnya kita bayar sendiri, Rp 200 ribu suntik. Setelah itu, 90% kalau yang didengar berita efektifitasnya, 90% kita aman tak kena apa-apa. Ada peluang 10% kena sakit. Kalau punya vaksin, kita 90% tenang selama 1 periode," imbuhnya.


Untuk itu, jika memang harga vaksin mandiri dipatok Rp 200 ribu, dia berharap agar hal ini tidak dinilai kemahalan. Sebab, tak hanya Rp 100 juta, ongkos RS bagi pasien yang terpapar Covid-19 bahkan bisa mencapai Rp 200 juta.

"Sekarang dijamin negara karena masih masa pandemi. Masih aturan UU Karantina. Setelah ada vaksin, tidak boleh dihitung masa pandemi. Negara tak tanggung, kalau kita tak ada jaminan, bayar sendiri. Kalau ada BPJS, ya BPJS bayar," katanya.

Terkait informasi tidak benar alis hoax yang beredar soal vaksin, dia meminta masyarakat untuk mencari informasi dari sumber yang terpercaya. Maksudnya adalah mencari sumber yang tanpa melibatkan aspek politik, agama dan lainnya.

"Ini urusan kesehatan, nggak ada urusan sama politik, agama, nggak ada urusan sama apapun, urusan kita sehat semua," tegasnya.

Covid-19 tak hanya merugikan pasien yang harus dirawat, namun masyarakat luas hingga negara. Hitungan ekonomi, lanjutnya, jika tanpa melakukan upaya pencegahan 3M dan 3T untuk pemerintah, kerugian negara bisa mencapai Rp 1.000 triliun.

"Anggaran tahun depan defisit Rp 1.000 triliun, besar itu. Kalau masyarakat bisa disiplin, pemerintah bisa disiplin, bisa hemat Rp 500 triliun dan karena itu kita bisa membangun dengan dana hemat Rp 500 triliun itu, ekonomi bisa lebih besar. Bisa mendorong UMKM lebih baik," tutupnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading