Butuh 15 Juta Hektar Sawit Buat Gantikan Minyak, Yes or No?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
23 November 2020 20:10
Petani Sawit

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan potensi energi baru terbarukan di Indonesia sangat banyak, salah satunya melalui sawit untuk menggantikan kebutuhan minyak di dalam negeri.

Untuk itu, lanjutnya, saat ini pemerintah tengah menjalankan program biodiesel 30% (B30) dan ke depan akan dikembangkan menjadi D100 yakni diesel dengan 100% berbahan baku sawit yang diolah di kilang Pertamina.

"Ada biofuel bisa mengganti hidrokarbon menjadi Crude Palm Oil (CPO) langsung untuk menghasilkan gasoline (bensin), kita punya kemampuan untuk itu," ujarnya kepada Komisi VII DPR RI, Senin (23/11/2020).


Namun demikian, menurut Arifin, diperlukan lahan seluas 15 juta hektar bila ingin menggantikan kebutuhan minyak sebesar 1 juta barel per hari. Perkiraan ini menurutnya berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pihaknya.

"Nah, 1 juta barel per hari minyak itu, kalau mau ganti ke CPO, kita butuh 15 juta ha kebun CPO baru. Itu hasil dari kajian kita," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan untuk jangka pendek, pemerintah akan terus melanjutkan program B30 dan menyesuaikan alokasi B30 sesuai penurunan permintaan solar, lalu penerapan dana tambahan pemerintah kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), serta penetapan pungutan ekspor BPDPKS pada setiap level harga.

Untuk jangka menengah, lanjutnya, akan dilanjutkan ke program B40 dan memberikan insentif investasi untuk pengembangan B40 yang menggunakan teknologi baru.

Sedangkan untuk jangka panjang, menurutnya akan dikembangkan green refinery dan pemerintah akan memberikan insentif investasi untuk pengembangan green refinery ini.

"Rencananya akan ada green certificate juga," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading