Nadiem Ungkap Fakta Guru Hononer: Ada yang Digaji Rp 100.000

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
23 November 2020 15:33
Nadiem Makarim, founder of the Indonesian ride-hailing and online payment firm Go-Jek speaks with Reuters during an interview at the Go-Jek offices in Jakarta, Indonesia, August 15, 2018. REUTERS/Darren Whiteside

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengumumkan rencana seleksi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2021 pada hari ini, Senin (23/11/2020). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bercerita latar belakang di balik rencana itu.

"Saya keliling banyak daerah, saya terjun ke lapangan, saya menyadari pasti ada cukup banyak guru honorer ini yang sekarang gajinya dibayar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan yang sebenarnya layak jadi ASN, yang sebenarnya punya kompetensi untuk menjadi guru yang baik," katanya dalam media briefing.

"Karena itu, kita memastikan di Kemendikbud bahwa ada jawaban dari pemerintah, ada jawaban mengenai bagaimana bagi yang layak dan punya kompetensi yang baik, bagaimana mengenai kesejahteraan mereka, kesetaraan nafkah mereka. Ini bentuk jawaban kami bahwa pemerintah hadir dan menjawab pertanyaan dan tantangan dari berbagai macam guru honorer di seluruh Indonesia," lanjutnya.



Ia menambahkan, seleksi ini dibuka karena berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik) Kemendikbud, kebutuhan guru di sekolah negeri di seluruh Indonesia saat ini mencapai 1 juta guru. Jumlah itu di luar PNS yang saat ini mengajak.

"Jadi utama adalah kebutuhan kita, tetapi juga pembukaan seleksi adalah upaya untuk menyediakan kesempatan yang adil dan kesempatan guru-guru honorer terbaik untuk membuktikan kompetnsi mereka tanpa kita batasi," ujar Nadiem.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading