Jika Tidak Lockdown, Rumah Sakit di Toronto Bisa 'Meledak'

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
21 November 2020 16:25
Internacional Toronto Pearson Foto: Internacional Toronto Pearson Bandara kanada (Reuters/Mike Cassese)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan bahwa sistem rumah sakit Kanada akan kewalahan jika terjadi penambahan empat kali lipat kasus Covid-19 baru pada akhir tahun. Untuk mengantisipasi hal tersebut Toronto bersiap untuk memberlakukan penguncian wilayah alias lockdown.

Mengutip Reuters, Sabtu (21/11/2020) Trudeau meminta kepada warga Kanada untuk tetap tinggal di rumah saat gelombang kedua virus Covid-19 menyebar di seluruh negeri.

Hal ini memaksa 10 provinsi di Kanada untuk memberlakukan kembali pembatasan khususnya untuk pergerakan masyarakat dan bisnis. Kasus terus meningkat dan pihak berwenang mengeluh beberapa orang lebih ceroboh dalam mengambil tindakan pencegahan.


"Natal yang normal sejujurnya tidak mungkin," kata Trudeau.

Sebelumnya, Kepala Petugas Kesehatan Masyarakat Theresa Tam mengatakan dalam skenario kasus terburuk, lonjakan menjadi 60.000 kasus setiap hari, akan terjadi jika masyarakat tidak berdiam di rumah.

Bahkan jika pembatasan untuk pertemuan tetap dilakukan meski dengan protokol khusus, kasus harian baru akan melonjak menjadi lebih dari 20.000 pada 31 Desember dibandingkan dengan saat ini yang kurang dari 5.000.

"Kasus-kasus di seluruh negeri melonjak secara masif, kami benar-benar berisiko melihat jumlah kasus meningkat dan rumah sakit kewalahan," kata Trudeau kesal.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading