Bukan RI, Royal Enfield Pilih Bangun Pabrik di Thailand

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
20 November 2020 20:25
Pengunjung melihat motor Royal Enfield Classic 500 yang di pamerkan dalam gelaran Indonesia International Motor Show 2019 di JIExpo, Jakarta, Jumat (3/5/2019). Motor klasik retro dengab kapasitas mesin 500 cc ini dijual seharga Rp 98.400.000, harga tersebut sudah on the road untuk wilayah Jakarta.Motor ini ditopang oleh rangka single downtube dengan  lonjakan torsi besar, 41.3Nm, dapat dihasilkan pada 4.000 rpm. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Royal Enfield memilih Thailand sebagai basis produksinya motornya di Asia Tenggara. Padahal Indonesia sebagai salah satu pasar motor terbesar di ASEAN.

Kenapa ya? 

Royal Enfield Indonesia menjelaskan soal alasan Thailand jadi pilihan pendirian pabrik mereka. Salah satu alasan utama Thailand lebih dulu buka pabrik Royal Enfield adalah mudahnya negara tersebut memberikan lahan untuk pabrik baru.


"Kalau kita ngomong kenapa di Thailand dibuka dulu pabriknya karena memang kebetulan regulasi pemerintah di Thailand lebih cepat untuk bisa membuat pabrik itu sendiri," jawab Country Manager Royal Enfield Indonesia, Irvino Edwardly di sela-sela kegiatan Ride After Dark di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dikutip Jumat (21/11) dari detikcom.

Vino menampik alasan Indonesia belum punya pabrik Royal Enfield bukan karena penjualannya kalah dari Thailand. "Sebenarnya di Indonesia baik, di Thailand juga baik (penjualannya)," katanya.

Soal pabrik di Indonesia, Royal Enfield juga sudah melakukan pembicaraan dengan pemerintah. Namun, ada proses dan waktu yang perlu dilewati.

"Kita pun sudah pernah secara peliminary memulai pembicaraan dengan government tapi tentunya ini takes time untuk bisa ke depannya membuka pabrik di Indonesia," paparnya.

Ia menegaskan bahwa Royal Enfield cukup berkeinginan membuka pabrik di Indonesia. Selain mempermudah penyediaan suku cadang, hal ini juga akan memangkas harga dan tentunya meningkatkan volume penjualan.

"Sebenarnya kita pingin punya pabrik, keinginan itu ada. Tapi semua itu menyangkut banyak hal untuk gimana caranya kita start pabrik di Indonesia. Kalau dibilang kita punya intensi kita punya, kapan itunya ini dalam planning kita," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading