Pemerintah Klaim Telah Lunasi Utang Rp90 T ke PLN & Pertamina

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
20 November 2020 18:15
Dok: Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengatakan telah melunasi utang kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) dengan total nilai Rp 90,5 triliun. Pelunasan utang tersebut dibayarkan agar kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut terhindar dari kebangkrutan (collapse).

Direktur Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta menjelaskan, dana kompensasi tersebut disalurkan kepada PLN sebesar Rp 45,5 triliun dan Pertamina sebesar Rp 45 triliun.


Dana kompensasi sebesar Rp 45,5 triliun kepada PLN tersebut merupakan kewajiban pemerintah dalam melakukan subsidi listrik. Sementara kepada Pertamina sebagai pembayaran selisih penjualan harga jual BBM dan juga penjualan BBM khusus di tahun ini.

Sebagai dua BUMN yang vital, PLN dan Pertamina, kata Isa, harus dipastikan aman secara finansial untuk bisa beroperasi.

"Pemerintah melunasi kewajiban dengan signifikan dan cepat. [...] Kita tahu percis PLN dan Pertamina adalah dua BUMN vital yang harus dipastikan tidak mengalami gangguan dalam menjalani operasional. Jadi, kita membantu cashflow-nya, masing-masing Rp 45 triliun," jelas Isa dalam video conference, Jumat (20/11/2020).

Seperti diketahui, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diberikan dana kompensasi sebesar Rp 45 triliun dalam rangka untuk menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) atas penugasan yang diberikan pemerintah. Dana kompensasi yang didapat Pertamina dari pemerintah sebesar Rp 45 triliun tersebut merupakan 60% dari total utang pemerintah.

Pada semester I 2020 pun, berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui situsnya, Pertamina mengalami kerugian sebesar US$ 767,92 juta atau setara Rp 11,33 triliun (asumsi kurs Rp 14.766/ US$). Perolehan ini berbanding terbalik dibandingkan periode yang sama tahun lalu di mana Pertamina tercatat membukukan laba bersih US$ 659,96 juta atau setara Rp 9,7 triliun.

Pada semester I-2020 total penjualan Pertamina drop 19,84% menjadi US$ 20,48 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat US$ 25,55 miliar. Nilai penjualan dalam 6 bulan pertama tahun ini setara dengan Rp 302,41 triliun.

Sementara itu, total beban pokok penjualan dan beban langsung turun 14,15% menjadi US$ 18,87 miliar. Tahun lalu, jumlah pos ini tercatat sebesar US$ 21,98 miliar.

Sementara PT PLN (Persero) menyatakan, mengalami penurunan laba yang sangat signifikan. Pada sepanjang Semester I 2020, laba periode berjalan senilai Rp 273,06 miliar atau terjun bebas 96,28% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 7,35 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan PLN semester I 2020, pendapatan usaha PLN mencapai Rp 139,77 triliun atau tumbuh 1,63% dari realisasi periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 137,52 triliun.

Pendapatan terbesar berasal dari penjualan listrik yang naik sebesar 1,46% atau sebesar Rp 135,41 triliun. Selebihnya, pendapatan berasal dari penyambungan pelanggan senilai Rp 2,9 triliun dan lain-lain.

Adapun beban usaha PLN tercatat mencapai Rp 149,92 triliun atau turun 1,69% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 152,5 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading