Cegah Covid-19, Ini Protokol Kesehatan Bagi Pengungsian

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
18 November 2020 07:40
arga korban longsor mengungsi di Sekolah Dasar di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih belum bisa melakukan proses belajar mengajar, Selasa (7/1/2020). Pihak sekolah meliburkan kembali siswanya lantaran sekolah mereka digunakan untuk pengungsi korban banjir dan longsor di wilayah tersebut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, ada tiga SD yang belum melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Kecamatan Sukajaya yakni SDN 03, SDN Banar 1, dan SDN Banar 2, lantaran gedungnya dipergunakan untuk pengungsian. Sebanyak 1.308 warga mengungsi di Sekolah. Rahmat salah satu pengungsi mengatakan setiap kelas diisi sekitar 21 KK atau 99 jiwa. Setiap sorenya mereka mengambil buntelan karungan baju untuk dipakai ganti di desa harkat jaya. Tuti warga pengungsian mengatakan warga pengungsian masih butuh pakaian anak, sebab kebanyakan yang dikirim pakaian dewasa.
 (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Potensi bahaya bencana alam tahun ini akan dihadapi masyarakat di tengah-tengah pandemi Covid-19. Indonesia yang secara geologis dan hidrologis, merupakan wilayah rawan bencana seperti banjir bandang, longsor, angin kencang maupun erupsi gunung Merapi yang sedang terjadi. Satgas Penanganan Covid-19 meminta agar lokasi pengungsian dapat meminimalisir penularan Covid-19.

"Satgas berharap, tempat-tempat pengungsian dapat direkayasa dengan baik agar selalu dalam keadaan layak dan bersih agar mengurangi potensi penularan Covid-19 atau penyakit lainnya," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (17/11/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Masyarakat diminta apabila memungkinkan menghindari lokasi pengungsian di tenda-tenda. Manfaatkan tempat-tempat penginapan terdekat sebagai lokasi pengungsian. Di tempat pengungsian harus dipastikan masyarakat mempunyai masker cadangan, hand sanitizer dan alat makan pribadi serta tempat evakuasi yang dirancang untuk dapat menjaga jarak dan harus selalu ada petugas kesehatan di sekitar pengungsian.


Pemerintah daerah yang wilayahnya rawan bencana, untuk segera menyiapkan segala peralatan dan fasilitas sesuai protokol kesehatan. Bagi masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan yaitu #pakaimasker, #jagajarak dan #cucitangan selama berada di lokasi pengungsian. "Ingat, protokol kesehatan merupakan langkah penting dalam melindungi diri kita dan orang-orang terdekat dari Covid-19," imbuh Wiku.

Pemerintah daerah juga harus melakukan monitoring yang ketat , termasuk testing dan tracing jika dibutuhkan di lokasi pengungsian. Harus ada sinergi antara Pemerintah daerah, lembaga daerah, TNI/Polri serta anggota masyarakat untuk menghindari terjadinya klaster pengungsian.

Pemerintah daerah yang rawan bencana diminta untuk segera menghubungi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk mempersiapkan dan mengadakan segala perangkat, peralatan dan fasilitas yang dibutuhkan. Saat ini BNPB telah melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak lainnya telah berkoordinasi sebagai langkah antisipasi.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading