Jokowi Soal Reshuffle Kabinet: Kalau tidak Baik, Saya Ganti!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
17 November 2020 10:58
Presiden: PBB Harus Berperan Penuhi Akses Terhadap Obat-Obatan dan Vaksin bagi Semua. (Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan menutup kemungkinan untuk merombak (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju. Perombakan bisa dilakukan kapan saja.

Hal tersebut dikemukakan kepala negara dalam program Rosi di Kompas TV yang ditayangkan pada Senin (16/11/2020) malam, seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (17/11/2020).

"Bisa saja [reshuffle], Bisa saja minggu depan, bisa saja bulan depan, bisa saja tahun depan," kata Jokowi.

Eks Gubernur DKI Jakarta lantas angkat bicara mengenai persepsi yang mengatakan kepala pemerintahan tidak memiliki kekuasaan dalam mengganti posisi menteri yang berasal dari partai politik, terutama partai pendukung.



Sebagian orang menganggap, proses penggantian menteri yang berasal dari elite politik harus dikonsultasikan dengan ketua umum partai terkait. Namun, Jokowi menegaskan hal itu tidak berlaku baginya.

"Ndak. Saya kira kalau memang tidak baik, saya akan bilang saya ganti. Saya masih, saya biasa bicara seperti itu," ujarnya.

Sikap tegas Jokowi, bahkan juga berlaku bagi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Beliau sudah tahu semuanya. Semuanya [termasuk Megawati]," katanya.

Jokowi menegaskan tidak memiliki beban apapun jika memang harus mengganti jajaran kabinetnya. Kepala negara mengaku telah memiliki dasar sendiri dalam memperhtiungkan kinerja para menterinya.

"Untuk kebaikan negara, saya kira semua akan saya lakukan," tegasnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading