Cerita 'James Bond' Israel Membunuh Pemimpin Al-Qaeda

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
14 November 2020 20:37
An Israeli soldier stands guard at the Tapuach junction next to the West Bank city of Nablus, Tuesday, June 30, 2020. Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu appears determined to carry out his pledge to begin annexing parts of the occupied West Bank, possibly as soon as Wednesday. (AP Photo/Oded Balilty)

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel atas perintah Amerika Serikat dikabarkan telah membunuh pemimpin tertinggi kedua Al-Qaeda yakni Abdullah Ahmed Abdullah pada bulan Agustus lalu.

Pejabat intelijen Amerika Serikat menyebut Abdullah yang memiliki nama samaran Abu Muhammad al-Masri itu ditembak mati oleh dua pria dengan sepeda motor di jalan-jalan Teheran pada 7 Agustus lalu. Hal itu diungkapkan oleh pejabat intelijen Amerika Serikat kepada New York Times.

Masri dituduh mendalangi pemboman tahun 1998 terhadap dua kedutaan besar AS di Afrika, yakni di Kenya dan Tanzania. Saat itu, setidaknya ada 200 orang tewas dan 1.000 orang lainnya terluka dalam peristiwa tersebut.


Atas peristiwa itu, Sumber senior keamanan Afghanistan mengatakan kepada Reuters pada bulan Oktober bahwa Masri telah lama berada dalam daftar teroris paling dicari Biro Investigasi Federal AS. Otoritas AS telah melacak Masri dan pelaku al Qaeda lainnya di Iran selama bertahun-tahun, katanya.

Namun, pembunuhan Masri yang dianggap sebagai penerus pemimpin al-Qaidah saat ini, Ayman al-Zawahiri, dirahasiakan sampai sekarang. Al Qaeda pun belum mengumumkan kematiannya.

Pejabat Iran dituding menutupinya dan tidak ada pemerintah yang secara terbuka mengaku bertanggung jawab. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan AS dan Israel yang kerap menuding negatif Iran.

"Amerika Serikat dan Israel kadang-kadang menuding kedekatan Iran dengan kelompok-kelompok tersebut. Caranya dengan berbohong dan membocorkan informasi palsu ke media untuk menghindari tanggung jawab atas kegiatan kriminal kelompok ini dan kelompok teroris lainnya di wilayah," kata Khatibzadeh.

"Administrasi taktik menakut-nakuti Presiden Donald Trump terhadap Iran telah menjadi rutinitas," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading