Tahun Depan, APBN Masih Tekor 5,5% dari PDB

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
10 November 2020 12:22
Forum Diskusi Sektor Finansial denganl tema

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun depan penerimaan negara masih akan terpukul sedangkan belanja tetap tinggi. Ini menyebabkan defisit anggaran tetap berada di kisaran 5%.

Menurutnya, untuk tahun 2021 defisit anggaran setidaknya sebesar 5,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ini dilakukan untuk membiayai anggaran penanganan akibat pandemi Covid-19.

Adapun defisit tahun depan lebih turun dibandingkan tahun ini yang melebar hingga 6,3%.

"APBN sangat penting dalam menghadapi Covid-19. Indonesia sama dengan semua negara melakukan countercyclical dari kebijakan fiskal, defisit APBN meningkat, sekarang diperkirakan 6,3% dan tahun depan 5,5%," ujarnya di webinar CNBC Indonesia, Selasa (10/11/2020).

Menurutnya, defisit Indonesia yang melebar ini lebih baik dibandingkan banyak negara lainnya. Di mana negara lainnya memperlebar defisit anggaran di atas 10% atau double digit.

Pelebaran defisit ini juga dinilai sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) nomor 1 tahun 2020 yang saat ini sudah menjadi UU nomor 2 tahun 2020.

Sementara itu, dalam APBN 2021, pemerintah menetapkan defisit sebesar 5,7% atau Rp 1.006,4 triliun. Defisit ini melebar 0,2% dari sebelumnya 5,5%.

Dalam postur sementara, belanja negara ditetapkan naik sebesar Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2.750 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 2.747,5 triliun di RAPBN 2021.

Sedangkan, penerimaan negara turun Rp 32,7 triliun menjadi Rp 1.743,6 triliun dari sebelumnya Rp 1.776,4 triliun.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading