Hewan Ini Tulari Covid ke Manusia, WHO Buru-Buru Gerak Cepat!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 November 2020 14:46
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) akan meninjau keamanan hayati di seluruh dunia setelah otoritas kesehatan Denmark menemukan bentuk mutasi virus corona (Covid-19) di peternakan hewan mamalia cerpelai (mustela).

Deteksi virus yang bermutasi di antara hewan cerpelai menimbulkan pertanyaan tentang keefektifan vaksin Covid-19 di masa depan. Selain itu, hewan cerpelai adalah inang yang sangat baik untuk virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk memusnahkan semua 15 juta cerpelai di peternakan Denmark untuk mencoba mengurangi risiko hewan menularkan kembali mutasi baru virus corona ke manusia.


Frederiksen menggambarkan situasinya sebagai "sangat, sangat serius," memperingatkan bahwa virus yang bermutasi dapat memiliki "konsekuensi yang menghancurkan" di seluruh dunia.

Kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, Dr. Maria van Kerkhove mengatakan "Selalu ada kekhawatiran ketika Anda memiliki sirkulasi dan penularan dari manusia untuk hewan dan kemudian hewan ke manusia."

"Kami telah melihat ini selama beberapa bulan sekarang dan yang kami pahami adalah cerpelai telah terinfeksi dengan kontak dari manusia dan beredar di cerpelai dan kemudian dapat ditularkan kembali ke manusia," kata Maria dari markas besar WHO di Jenewa, Swiss.

Maria mengatakan mutasi yang teridentifikasi pada hewan dan manusia perlu dievaluasi secepatnya, sebab jika muncul salah satu perubahan, berarti virus berperilaku berbeda. Lebih lanjut, ia mengatakan perlu ada studi yang dapat mengevaluasi apakah ada perubahan dalam penularan, dan apakah ada implikasi diagnostik untuk vaksin dan terapeutik.

"Dalam situasi ini, ada saran bahwa beberapa mutasi ini mungkin memiliki beberapa implikasi, tetapi kami perlu melakukan studi yang tepat untuk mengevaluasi ini dan itu yang sedang berlangsung saat ini," katanya.

Badan kesehatan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan pihaknya bekerja dengan kantor regional di Eropa, Pasifik Barat, dan Amerika karena terdapat banyak peternakan cerpelai yang ada di negara seluruh dunia.

"(Kami) melihat biosekuriti di peternakan cerpelai, mengamati pengawasan yang terjadi di peternakan cerpelai ini dan untuk mendukung negara-negara dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah virus terus beredar di cerpelai, dan untuk mencegah terjadinya peristiwa limpahan," papar Maria.

Hingga saat ini, lebih dari 50 juta orang telah tertular virus corona di seluruh dunia, dengan 1,25 juta kematian, menurut data yang dikumpulkan oleh Worldometers.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading