Korban Gempa Turki Bertambah, Setidaknya 19 Tewas, 709 Luka

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
31 October 2020 06:40
Members of rescue services carry a wounded man, that was found alive in the rubble of a building destroyed on Friday's earthquake in Elazig, eastern Turkey, Saturday, Jan. 25, 2020. Rescue workers were continuing to search for people buried under the rubble of apartment blocks in Elazig and neighboring Malatya. Mosques, schools, sports halls and student dormitories were opened for hundreds who left their homes after the quake. (Presidential Press Service via AP, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah korban akibat gempa bermagnitudo 7,0 di Turki pada Jumat (30/10/2020) kini semakin bertambah. Setidaknya hingga saat ini dikabarkan 19 orang tewas dan 709 orang mengalami luka di Turki dan Yunani.

Gempa ini juga menyebabkan bangunan-bangunan runtuh dan memicu gelombang pasang yang menghantam daerah pesisir dan pulau-pulau.

Dikutip dari Reuters pada Sabtu (31/10/2020), orang-orang berlarian ke jalan-jalan dengan panik di kota Izmir, Turki, kata saksi mata, setelah gempa bermagnitudo 7,0 mengguncang area ini.


Lingkungan dibanjiri oleh gelombang air laut yang menyapu puing-puing ke pedalaman dan membuat ikan terdampar saat surut.

Kepresidenan Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) mengatakan 17 orang tewas, satu karena tenggelam, sementara 709 orang terluka. Di pulau Samos, Yunani, dua remaja, laki-laki dan perempuan, ditemukan tewas di daerah di mana tembok telah runtuh. Ini merupakan data terbaru setelah sebelumnya sempat dikabarkan ada 12 orang tewas di Turki dan 2 orang tewas di Yunani serta 419 orang mengalami luka.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut di 17 bangunan yang runtuh atau rusak di Izmir, kata AFAD. Pihak berwenang mendirikan tenda dengan kapasitas total 2.000 orang di dekat daerah dengan kerusakan tertinggi, kata Menteri Urbanisasi Murat Kurum.

Ilke Cide, seorang mahasiswa doktoral yang berada di wilayah Guzelbahce Izmir selama gempa bumi, mengatakan dia pergi ke pedalaman setelah air naik setelah gempa.

"Saya sangat terbiasa dengan gempa bumi ... jadi saya tidak menganggapnya serius pada awalnya, tetapi kali ini sangat menakutkan," katanya, seraya menambahkan gempa tersebut telah berlangsung setidaknya selama 25-30 detik.

Berada di persilangan garis patahan utama, Turki adalah salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Lebih dari 17.000 orang tewas pada Agustus 1999 ketika gempa berkekuatan 7,6 melanda Izmit, sebuah kota di tenggara Istanbul. Pada 2011, gempa bumi di timur kota Van menewaskan lebih dari 500 orang.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading