Ada Tanda-Tanda Pemulihan, Sepeda Motor Terjual Makin Banyak!

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
30 October 2020 10:10
Pengunjung melihat motor yang di jual di Dealer motor di Kawasan Rawa Bebek, Jakarta, Rabu (16/1). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerapkan aturan uang muka (DP) 0% multifinance pada bulan ini. Multifinance yang ingin memberikan DP 0%, Multifinance harus memiliki non performing finance (NPF) multifinance di bawah 1%. dengan peringkat tingkat kesehatan, sehat.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) melaporkan adanya kenaikan volume penjualan kendaraan roda dua di pasar domestik pada bulan September lalu. 

Berdasarkan data AISI terbaru, volume penjualan motor bulan September tercatat sebanyak 380.713 unit. Volume penjualan meningkat 20% dibandingkan bulan sebelumnya (month on month/mom) di angka 317.107 unit. 

Penjualan motor September tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu masih terkontraksi 33,1% (year on year/yoy). AISI melaporkan volume penjualan kendaraan roda dua tahun 2019 mencapai 569.493 unit. 


Pada kuartal ketiga tahun ini penjualan sepeda motor mencapai 990.025 unit, naik 215,7% dibanding kuartal kedua. Namun jika dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu, volume penjualan drop 41,5% (yoy).

Sepanjang tahun 2020, total kendaraan roda dua yang terjual mencapai 2.876.514 unit turun 41,5% (yoy) dibanding periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 4.919.615 unit. 

Kontraksi penjualan motor membaik. Pada Agustus lalu kontraksi penjualan sepeda motor tercatat mencapai 45% (yoy). Per September kontraksinya menipis menjadi minus 41,5% (yoy) saja.

Ada beberapa faktor yang membuat penjualan sepeda motor meningkat pesan dalam tiga bulan terakhir. Pertama tentu akibat dilonggarkannya PSBB di banyak wilayah. Pelonggaran pembatasan mobilitas publik membuat sentimen konsumen membaik. 

Berbagai stimulus perekonomian yang digelontorkan pemerintah melalui kebijakan fiskal ekspansifnya terutama penempatan dana kepada perbankan yang juga disertai dengan kebijakan moneter akomodatif bank sentral nasional melalui penurunan suku bunga acuan 100 basis poin (bps) sepanjang tahun turut mendongkrak permintaan.

Dengan berbagai stimulus yang ada, suku bunga kredit berangsur turun. Bank maupun lembaga pembiayaan kredit yang cenderung mengikuti siklus bisnis dan ekonomi (pro-siklis) mulai mau menggenjot kredit. 

Survei Bank Indonesia (BI) untuk kuartal ketiga menunjukkan suku bunga kredit konsumsi telah turun 75 bps sepanjang tahun. 

Untuk jenis Kredit Konsumsi (KK), jenis kredit baru yang pertumbuhannya relatif lebih agresif pada kuartal ketiga dibandingkan kuartal kedua adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan Kredit Tanpa Agunan (KTA). 

Tahun 2020 tersisa dua bulan saja yakni November dan Desember. Apabila diasumsikan sentimen konsumen terus membaik, penyaluran kredit perbankan semakin agresif maka pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua per bulannya diharapkan akan terus meningkat terutama puncaknya di Oktober sebelum mengendur di penghujung tahun. 

AISI memproyeksikan pendapatan penjualan sepeda motor sebanyak 3,6 juta hingga 3,7 juta di tahun ini akibat dampak dari pandemi Covid-19. Target ini turun dari proyeksi penjualan sebelumnya yakni sebanyak 6,4 juta hingga 6,5 juta unit. Dari capaian September ini, sudah terlihat ada tanda-tanda pemulihan meski tak signifikan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading