Cuma Bocorkan Info, Seorang Karyawan Dapat Honor Rp 1,65 T

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
25 October 2020 19:50
Trader Gregory Rowe works on the floor of the New York Stock Exchange, Monday, Aug. 5, 2019. Stocks plunged on Wall Street Monday on worries about how much President Donald Trump's escalating trade war with China will damage the economy. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tanpa harus kerja keras banting tulang seseorang bisa mendapatkan bayaran US$ 114 juta atau sekitar Rp 1,65 triliun (kurs Rp 14.500). Cek honor tersebut ditandatangani oleh pemerintah Amerika Serikat.

Komisi Pengawas Pasar Modal AS (Securities and Exchange Commission/SEC) memberikan bayaran besar ini kepada kepada seorang whistleblower atau pembisik yang membocorkan soal informasi skandal keuangan dan memberikan bantuan "luar biasa" dalam penyelidikan.

Nilai ini jumlhanya lebih dari dua kali lipat dari rekor honor whistleblower SEC sebelumnya, yang dibuat hanya empat bulan lalu. Kepala Kantor Whistleblower SEC Jane Norberg mengatakan kepada CNN Business dengan rekor ini diharapkan akan semakin banyak orang yang punya informasi soal pelanggaran hukum mau memberikan informasi.


"Saya berharap penghargaan yang memecahkan rekor ini mendorong orang lain yang memiliki informasi tentang kemungkinan pelanggaran hukum sekuritas untuk memberikan informasinya," paparnya sebagaimana dikutip dari edition.cnn.com pada Minggu, (25/10/2020).

Penghargaan besar juga harus menjadi peringatan keras bagi Perusahaan Amerika. Dalam kasus ini, pelapor awalnya melaporkan skandal tersebut kepada pengawas internal perusahaan, tetapi tidak berhasil. Setelah itu, dia kemudian membocokan kepada SEC.

"Satu pelajaran besar dari penghargaan ini adalah bahwa perusahaan harus menanggapi laporan dari whistleblower dengan serius. Karena kemungkinan SEC sudah memiliki informasinya, atau akan segera setelahnya. Dan kami akan menindaklanjutinya," kata Norberg.

Menurutnya, jalan yang diambil oleh pelapor adalah dengan terlebih dahulu melaporkan kepada internal dahulu hingga akhirnya pergi ke pihak berwenang, merupakan hal yang biasa.

"Orang-orang menjadi frustrasi. Mereka menjadi sangat kecewa dan saat itulah mereka datang ke SEC. Whistleblower seringkali adalah karyawan yang tidak tahan melihat kesalahan terjadi di perusahaan," jelasnya.

Berbagai macam modus skandal yang telah dibongkar oleh Whistleblower dan SEC, mulai dari skema Ponzi dan insider trading, manipulasi pasar hingga penyuapan.

"Tindakan pelapor ini berdampak besar pada program penegakan hukum kami. Ini adalah pengubah permainan," kata Norberg.

SEC dengan keras melindungi identitas pelapor, yang berarti kita mungkin tidak pernah tahu siapa yang menerima penghargaan US$ 114 juta, atau kesalahan apa yang dia bantu temukan.

"Ini sangat serius. Orang harus merasa nyaman untuk datang kepada kami," tegasnya. 


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading