Terungkap! Ini Alasan Covid-19 Lebih Cepat Menular di Dunia

News - dob, CNBC Indonesia
24 October 2020 16:05
Penumpang pesawat mengalami lonjakan selama periode libur panjang pekan ini. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia- Pandemi Covid-19 yang telah terjadi dalam 11 bulan terakhir telah menyebar ke hampir seluruh negara di dunia. Lebih dari 45 juta orang pernah tertular dengan jumlah kasus kematian lebih dari 1,1 juta per hari ini.

Penyakit ini diyakini memiliki penularan paling cepat di antara wabah-wabah lainnya yang pernah tercatat dalam sejarah. Namun, hal tersebut bukan karena kemampuan virusnya semata, melainkan perkembangan zaman modern yang membuat pergerakan orang di global semakin cepat.

Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Dr. dr. Dwi Agustian, MPH, PhD mengatakan virus corona ini memang unik dan bukan yang pertama kali.


Berdasarkan sejarah, SARS pernah terjadi di Hong Kong tahun 2002-2003 yang lebih mengerikan dengan fatality rate atau rasio kematian mencapai 20% dari total kasus.

Namun, Dr. Dwi menyoroti bahwa SARS CoV-2 atai Covid-19 sangat mudah tertular karena pola perjalanan global sangat kuat dibanding sepuluh tahun lalu. Rata-rata perjalanan penerbangan luar biasa berlipat-lipat dan itu menimbulkan kecepatan virus bergerak dari satu orang ke orang lain.

"Virus ini hanya bisa menimbulkan (sebaran yang sangat cepat) seperti ini di dunia modern pada saat teknologi bisa membuat orang berinteraksi dengan cepat. Duapuluh tahun lalu virus ini tidak bisa menimbulkan efek biologis secara cepat," papar Dr. Dwi dalam talkshow "Titik Balik Penyintas COVID-19" di Media Center Satgas Penanganan COVID-19 Graha BNPB Jakarta pada Jumat (23/10) sore.

Dr. Dwi menambahkan virus ini baru dan pengetahuan (tentang Covid-19) masih terakumulasi untuk memberikan pemahaman yang pasti. Berdasarkan data statistik untuk pengembangan terakhir dari populasi umum paling tinggi 5%.

Dr. Dwi mengungkapkan di Bandung, Jawa Barat, ada populasi yang tak bergejala melakukan testing secara massif dari 100 orang hanya 1 orang yang positif tanpa gejala. Artinya dengan kasus ini kita menunggu cukup waktu untuk mengumpulkan gejala-gejala dan risiko.

"Kita akan membahas lebih lanjut dan nantinya akan menjawab bagaimana karakteristik virus ini (Covid-19). Bukti-bukti ini dikumpulkan dan datanya dicatat dengan baik," jelas Dr. Dwi.

Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa protokol kesehatan adalah cara paling efektif untuk memutus rantai penularan Covid-19. Disiplin dengan #pakai masker, #jagajarak hindari kerumunan, dan #cucitangan pakai sabun secara rutin akan membuat Indonesia lebih cepat menyelesaikan pandemi Covid-19


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading