China Panas, 60 Jet Tempur AS Dekati Laut China Selatan

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
17 October 2020 15:53
201015-N-KP021-1003 SOUTH CHINA SEA (Oct. 15, 2020) Aviation Boatswain’s Mate (Handling) 1st Class Keyonnia Cook, from Augusta, Georgia, signals to the pilot of an F/A-18E assigned to the “Eagles” of Strike Fighter Squadron (VFA) 115 aboard the aircraft carrier USS Ronald Reagan (CVN 76) while conducting security and stability operations in the South China Sea. Ronald Reagan, the flagship of Carrier Strike Group 5, provides a combat-ready force that protects and defends the U.S. as well as the collective maritime interests of its allies and partners in the Indo-Pacific. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Codie L. Soule)

Jakarta, CNBC Indonesia- China mendeteksi aktivitas udara yang tidak biasa dari pesawat tempur Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan (LCS). Berdasarkan informasi yang dimuat di South China Morning Post (SCMP) disebutkan ada 60 pesawat tempur AS yang melakukan penerbangan pengintaian jarak dekat ke China pada September 2002.

Aktivitas ini mulanya dikenali oleh lembaga think tank berbasis di Beijing, China. Sebanyak 41 pesawat terbang di atas LCS yang disengketakan China dengan sejumlah negara ASEAN. Sedangkan enam pesawat terbang di atas Laut China Timur dan 13 di Laut Kuning.

South China Sea Strategic Situation Probing Initiative (SCSPI), mengindikasikan bahwa AS tengah mempersiapkan serangan jarak jauh di masa depan terhadap 'sasaran' di LCS. Indikasi ini berdasarkan banyaknya jet dan militer yang diterjunkan untuk 'menghalau' eksistensi militer China.


"AS mungkin sedang mempersiapkan misi jarak jauh di masa depan di LCS," tegas lembaga itu.

Dalam laporan juga menyebutkan LCS masih menjadi fokus utama AS, tetapi yang tak kalah penting adalah aktivitas di kawasan Laut Kuning mengalami peningkatan yang nyata jika dibandingkan dengan aktivitas dua bulan lalu.

Apalagi, AS mengirimkan kapal tanker bahan bakar pangkalan AS di Guam dan bukan dari pangkalan udara Kadena di Jepang. Padahal operasi semacam itu sangat tidak ekonomis dan efisien. Lembaga itu juga mengklaim pesawat tempur AS terkadang menyamar sebagai pesawat sipil. Bahkan, tidak menyalakan transponder dan pesawat AS mengubah kode identifikasi saat terbang.

"[Pesawat itu] membuat dirinya menyerupai pesawat Filipina, sebelum kembali ke nomor aslinya setelah menyelesaikan misinya," kata SCSPI.

Sebelumnya China memang bersitegang dengan sejumlah negara di Laut China Selatan, termasuk Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam dan Taiwan. Ini membuat AS masuk ke dalam lingkaran konflik dengan klaim menjunjung kebebasan navigasi dan melindungi mitra.

Namun sayangnya belum ada komentar lebih lanjut dari Angkatan Laut AS soal ini. AS-China bersitegang di banyak hal termasuk perdagangan dan teknologi serta corona dan Hong Kong.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading