Jelaskan Omnibus Law, Jokowi: Kebutuhan Kerja Mendesak!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
09 October 2020 17:34
Jokowi memberikan keterangan Pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Istana Bogor, 9 Oktober 2020. (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara soal UU Omnibus Law Cipta Kerja dalam konferensi pers yang digelar secara virtual.

Jokowi menggarisbawahi soal kebutuhan lapangan kerja yang mendesak.

"Dalam rapat terbatas saya tegaskan mengapa kita butuhkan UU Cipta Kerja. Pertama, setiap tahun ada sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja baru, anak muda yang masuk ke pasar kerja, sehingga kebutuhan lapangan kerja baru sangat mendesak," kata Jokowi, Jumat (9/10/2020).

Apalagi, sambung Jokowi, di tengah pandemi Covid-19 ini ada 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja terdampak.

Jokowi memberikan keterangan Pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Istana Bogor, 9 Oktober 2020. (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)Foto: Jokowi memberikan keterangan Pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Istana Bogor, 9 Oktober 2020. (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)



"Dan sebanyak 87% dari total penduduk pekerja memiliki pendidikan setingkat SMA ke bawah. Di mana 39% persen pendidikan sekolah dasar, sehingga perlu mendorong penciptaan lapangan kerja baru khususnya di sektor padat karya," papar Jokowi.

Dijelaskan Jokowi di awal konferensi persnya, dalam UU tersebut terdapat 11 klaster yang secara umum bertujuan untuk melakukan reformasi struktural dan mempercepat transformasi ekonomi.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading