Risma Naik Pitam & Nangis: Surabaya 'Hancur' karena Demo

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
09 October 2020 12:34
Massa aksi tolak UU Omnibus Law di Surabaya rusak pagar Gedung Negara Grahad. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, membuat fasilitas umum menjadi rusak. Hal ini membuat Walikota Surabaya, Tri Rismaharini 'naik pitam'.

Risma melakukan sidak setelah mengetahui suasana sudah mulai kondusif dan mulai menyisir Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (8/10/2020) malam. Saat di lokasi, Risma mengenakan helm hitam dan masker.

Dia kemudian melihat kondisi di sekitar jalan, dan kemudian menghampiri salah seorang massa yang tertangkap. Kemudian diketahui, seorang demonstran tersebut datang dari Madiun, Jawa Timur.

Sang demonstran ditangkap karena diduga terlibat bentrokan dan merusak fasilitas umum. Risma pun kemudian melampiaskan amarahnya.

Wali Kota Risma menangis ke pendemo kotanya hancur (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)Foto: Wali Kota Risma menangis ke pendemo kotanya hancur (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)



Risma mencecar orang tersebut. Dia mengaku tidak terima karena fasilitas umum dan pot-pot tanaman di kotanya dirusak oleh para demonstran.

"Kamu tahu, aku bangun ini untuk rakyatku juga, kenapa kamu rusak kotaku? Kenapa kamu enggak rusak kotamu sendiri?" ujar Risma dengan nada tinggi, dikutip CNBC Indonesia Jumat (9/10/2020).

Wali kota perempuan pertama di Surbaya itu terus memarahinya, dia tidak terima karena kota yang dia bangun dirusak begitu saja.

"Aku belain wargaku setengah mati, kenapa kamu ke sini? Kamu tega sekali, aku bangun kota ini setengah mati, tahu? Sampai tanganku patah, kenapa kamu hancurin, tega sekali kamu," ucapnya.

"Kamu pikir aku enak-enakan bangun kota ini, tak belain wargaku, kamu rusak kayak gini," tambahnya.

Risma lalu meminta aparat kepolisian untuk membawa seorang demonstran tersebut, untuk diproses secara hukum.

"Sudah, Pak Polisi, bawa," ucapnya.

Pemuda yang dimarahi Risma tersebut tak bisa merespons apapun. Ia hanya meminta maaf dan meringkuk di depan Risma.

"Saya mohon maaf bu," kata pemuda, yang belum diketahui identitasnya.

Risma pun lalu membersihkan jalanan Gubernur Suryo. Ia memunguti bebatuan, sandal dan pecahan kaca, bekas bentrokan.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading