Jangan Lengah! Ada Bahaya Covid-19 di Tengah Demo

News - dob, CNBC Indonesia
07 October 2020 16:02
Aksi demo tolak Omnibus law disejumlah pabrik di Kerawang, Jawa Barat. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja disambut dengan aksi demo di sejumlah daerah sejak kemarin. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, aksi tersebut akan dilakukan mulai 6 hingga 8 Oktober 2020.

Aksi demo ini akan diikuti oleh buruh dari sejumlah sektor Industri mulai dari kimia, energi, pertambangan, tekstil, garmen, sepatu, otomotif hingga elektronik. Sebaran buruh yang melakukan aksi tersebut antara lain di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Serang dan Cilegon. Tak hanya itu, aksi di kota-kota lain di seluruh provinsi Indonesia juga melakukan hal yang sama. Mulai dari kota di Provinsi Sumatera hingga Papua.

Di Bandung, mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa mendesak pemerintah mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan. Aksi ini terpusat di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Selasa (6/10) siang hingga sore. Massa menggelar aksi teatrikal hingga bakar ban.


Aksi yang sama juga dilakukan oleh ribuan buruh di depan Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana. Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang Dan Kulit (FSP TSK) SPSI Roy Jinto meminta pemerintah membatalkan UU Cipta Kerja.

Berikutnya, ratusan buruh juga melakukan aksinya di depan kantor PT Parkland World Indonesia, Serang, Banten pada Selasa (6/10). Aksi berlangsung 1,5 jam sejak 07.00 WIB sampai 8.45 WIB. Massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib dan melanjutkan bekerja.

Selanjutnya, buruh juga melakukan aksinya dengan cara berkeliling di Kawasan Industri Cibitung-CIkarang pada Rabu (7/10). Berdasatkan pantauan CNBC Indonesia, para buruh membawa poster dan bendera menolak UU Cipta Kerja.

Aksi buruh juga dilakukan sampai melakukan blokade, seperti yang terjadi di jalur utama Garut-Bandung. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan salah satu pabrik di Jalan Raya Garut-Bandung, Kecamatan Leles. Ribuan buruh tersebut turun ke jalan. Mereka mogok bekerja dan melakukan aksi unjuk rasa di sana.

Seakan belum usai aksi di beberapa daerah, Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) akan memindahkan titik aksi unjuk rasa ke Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Hari itu merupakan puncak dari rangkaian aksi mogok nasional menolak UU Cipta Kerja.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KASBI, Sunarno menyebut, pengalihan titik aksi itu lantaran DPR mempercepat sidang paripurna pengesahan RUU Omnibus Law Ciptaker yang semula 8 Oktober menjadi 5 Oktober lalu.

"Untuk agenda DPR itu kan kemungkinan sudah enggak ada. Informasi terakhir yang muncul itu tanggal 7 dan 8 sudah masa reses. Nah, rencananya kemarin di konsolidasi nasional kita malah akan aksi di Istana Negara," kata Sunarno.

Meski demikian, demo massif ini dikhawatirkan banyak pihak akan menjadi ruang penularan virus corona (Covid-19). Munculnya klaster demonstrasi akan menjadi risiko besar, dalam penyampaian pendapat tanpa mematuhi protokol kesehatan.

"Klaster industri sudah banyak bermunculan dan ini berpotensi mengganggu kinerja pabrik dan industri lainnya, potensi serupa akan muncul dalam kegiatan berkerumun," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Alih-alih menuntut hak, klaster demonstrasi berpotensi membuat para buruh tertular Covid-19 yang bisa berakibat fatal.

"kami mendorong para pihak yang ingin menyampaikan aspirasinya untuk mematuhi arahan dari pihak kepolisian selama kegiatan berlangsung," ujar Wiku.

Bagi yang ingin melaksanakan hak-haknya dalam berdemokrasi tidak melupakan protokol kesehatan. Ia mengingatkan para peserta unjuk rasa tetap #pakaimasker serta #jagajarak.

Wiku pernah mengingatkan bahwa menjaga jarak minimal 1 meter akan mengurangi risiko penularan Covid-19 sampai 85%. Sementara itu, memakai masker bedah akan mengurangi risiko penularan sebanyak 70%.

"Dari hasil penelitian, dari beberapa jurnal internasional menyatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sebanyak 35%. Sedangkan memakai masker kain dapat menurunkan risiko 45% ini adalah angka besar untuk menurunkan angka penularan," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa setiap usaha yang dilakukan saat ini dalam berperang melawan covid-19 akan membuahkan hasil." Asalkan kita betul-betul konsisten lakukan perubahan perilaku, jalankan protokol kesehatan dan seluruhnya dilakukan sungguh-sungguh," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading