Hore! Satgas Sebut tak ada Lagi Zona Merah di Jatim & Sulsel

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
06 October 2020 17:33
Wiku Adisasmito juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona memberi Keterangan Pers Juru Bicara terkait Update Data Covid-19 Nasiona. (Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Juru Bicara sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 sepekan terakhir 10 provinsi prioritas.

Menurut Wiku, ada perubahan yang lebih baik dari sisi jumlah kasus positif mingguan pada 6 dari 10 provinsi. Keenam provinsi itu antara lain Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

"Penurunan paling signifikan di Sulsel 30,1% dan Jabar 28,5%," kata Wiku dalam keterangan pers dari Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Dari segi jumlah kasus meninggal mingguan, 4 dari 10 provinsi mengalami penurunan cukup signifikan, yaitu DKI Jakarta, Jateng, Sulsel, dan Bali. Penurunan paling signifikan di DKI Jakarta sebesar 62,4%. Sedangkan dari kasus sembuh, 7 dari 10 provinsi memiliki persentase di atas 70%, di mana Jatim yang tertinggi 88,5%.



Jika dibedah dari sisi zona risiko, Wiku menuturkan seluruh kabupaten/kota dengan zona merah di Jatim dan Sulsel pada pekan ini berpindah menjadi zona oranye.

"Artinya tidak ada lagi zona merah di Jatim dan Sulsel. Ini prestasi luar biasa. Kami mohon agar meningkatkan penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing dengan meningkatkan jumlah pemeriksaan mingguan, meningkatkan kapasitas tracing. Kedisiplinan itu modal kita bersama untk betul-betul menekan angka penularan. Kita bisa ditunjukkan beberapa provinsi yang meyakinkan," kata Wiku.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan Satgas Covid-19 menaruh perhatian khusus kepada kota/kabupaten penyumbang kasus positif atau kematian tertinggi, yaitu Medan, Jakarta Pusat, Bekasi, Depok, Kota Semarang, Kota Surabaya, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, Jayapura, dan Banda Aceh.

"Mohon para gubernur dan wali kota benar-benar menekan angka penularan di kabupaten/kota tersebut dan berkoordinasi dengan satgas pusat agar terjadi sinergi yang baik," ujar Wiku.


Wiku juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu #pakaimasker saat keluar rumah, #jagajarak di tempat umum minimal 1 meter dan menghindari kerumunan serta selalu #cucitangandengansabun atau membawa hand sanitizer.

"Ini harus menjadi kebiasaan baru yang dengan disiplin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antar seluruh lapisan masyarakat penting untuk membantu menurunkan tingkat penularan sehingga angka kasus covid 19 di Indonesia dapat ditekan dan tidak ada penambahan kasus baru lagi," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading