Mau Covid-19 Berakhir? Cukup Ubah Perilaku Anda

News - dob, CNBC Indonesia
02 October 2020 18:07
Petugas puskesmas dan Kelurahan Tanah Sereal membawa papan peringatan sosialisasi gerakan 3M di kawasan pemukiman warga di Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis 1/10.

Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, gencar menyosialisasikan tentang virus corona atau COVID-19 .
Petugas puskesmas Tanah sereal Bogor  berkoordinasi dengan para petugas kelurahan setelah menerima materi mengenai COVID-19 dari Dinkes Kabupaten Bogor.

Petugas kelurahan dan puskesmas ini juga bertugas untuk bertugas melakukan edukasi dan pengawasan protokol kesehatan 3M di lingkungan.

Kepala kelurahan Tanah Sereal Bogor, Djodjo mengatakan, untuk menggencarkan sosialisasi gerakan 3M tersebut  pihaknya berkeliling kesetiap rumah di kawasan sekitar RW selama satu bulan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gencarkan perubahan perilaku untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan usai.

Kepala BKKBN - Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya menyadari penting bahu membahu bersama gotong royong agar bisa mempunyai kekuatan besar menghadapi Covid-19.

"Oleh karena itu BKKBN mendukung konsep ada di lapangan karena BKKBN mengubah perilaku atau yang dikenal KIE. Kami punya pemikiran di BKKBN bisa mendukung salah satu dari porsi yang ada," katanya dalam sambutannya pada Kick off Sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku secara virtual di Jakarta, Jumat (2/10/2020).


Dia menegaskan ada 3 hal penting dalam penanganan Covid-19, mulai dari hulu tengah hingga hilir. Hulu yaitu menerapkan 3M dengan cara terus melakukan sosialisasi. Selanjutnya untuk posisi tengah adalah melakukan screening, swab hingga imunisasi.

"Hilir yaitu pelayanan paripurna di RS, mencegah mortalitas. Problem di hilir ini sudah banyak kemajuan di bagian RS dengan sangat baik," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan Covid-19 ini media pengantarnya adalah manusia. Menurutnya, kita hanya diminta untuk patuh pada protokol kesehatan dan disiplin yang menurutnya tidak sebanding dengan perjuangan dokter dan nakes lain yang merawat pasien di RS.

"Tolong diingatkan permintaan pakar epidemiologis permintaan pemerintah agar patuh dengan kesehatan itu tak sebanding dengan dokter dan nakes. Bahkan tak sedikit dokter yang gugur," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, patuh kepada protokol kesehatan tak hanya di luar rumah tapi juga di dalam rumah. Dia meminta semua berhati-hati, apalagi kelompok usia yang tinggi. Yang menurutnya tanpa sadar menjadi pembawa virus.

"Pengetahuan ini yang terus menerus tiada henti tak boleh bosen. Strategi kita adalah upaya mitigasi antisipasi melalui 3M," tuturnya.

Adapun 3M ini menurutnya, mulai dari menjalankan ibadah, harus ada komitmen sesuai adalah agama masing-masing. Selanjutnya aman juga #pakaimasker, #jagajarak, #cucitangandengansabun dan air mengalir termasuk menggunakan hand sanitizer.

"Maka upaya ini akan efektif. Imun yaitu olahraga teratur. Ini penting untuk tingkatkan imunitas. Tak boleh panik, istirahat dan harus gembira," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading