45 Juta Orang Pede Kebal Covid-19, Wiku: Semua Bisa Tertular!

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
29 September 2020 18:45
Keterangan Pers Juru Bicara Pemerintah terkait Perkembangan Penanganan Covid-19. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Juru Bicara sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito angkat suara perihal hasil survei perilaku masyarakat di masa pandemi Covid-19 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

Salah satu hasil survei yang dilakukan pada kurun waktu 7-14 September 2020 dengan jumlah responden 90.967 itu adalah masih ada 17% responden yang percaya diri tidak akan terjangkit Covid-19.

Dalam keterangan pers dari Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/9/2020), Wiku menyayangkan masih ada sekelompok masyarakat yang yakin tak bakal terkena virus corona baru penyebab Covid-19.


"Tidak ada yang kebal terhadap Covid-19, tidak mengenal tua, muda, kaya, miskin, semua bisa tertular. Jangan berpikir karena rajin olahraga dan berdiam diri di rumah, kita kebal," katanya.

Menurut dia, penularan virus corona baru penyebab Covid-19 bisa dari siapapun yang ditemui. Oleh karena itu, Wiku kembali mengingatkan pentingnya 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker).


"Untuk masyarakat yang sudah paham, mohon mengingatkan pada orang lain yang belum sadar untuk melawan virus ini, begitu juga antarnegara kita harus betul melindungi secara lokal nasional dan global," ujar Wiku.

Berikut adalah hasil survei BPS terkait persepsi kemungkinan terinfeksi/tertular Covid-19:


Perilaku Masyarakat Di Masa Pandemi Covid-19 (Dok. BPS)Foto: Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 (Dok. BPS)



Dalam keterangan pers dari Graha BNPB, kemarin, Ketua Satgas Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengungkapkan, apabila dikonversi, masih ada 17% masyarakat yang merasa tidak akan terpapar Covid-19 atau sekitar 45 juta orang dari total penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta orang.

"Angka ini suatu angka yang sangat besar sekali, 45 juta orang warga negara Indonesia masih merasa tidak akan terpapar Covid-19, tidak akan kena Covid-19. Padahal kita semua tahu status yang kita hadapi sekarang pandemi. Artinya boleh dikatakan, tidak ada satu jengkal tanahpun yang akan betul-betul aman atau yang betul-betul bebas dari Covid-19. Dalam waktu sangat cepat wabah ini bisa menulari," ujar Doni.

Ia kembali menekankan kalau Covid-19 tidak ditulari via hewan, melainkan manusia. Situasinya berbeda jika manusia itu sakit karena bisa diantisipasi. Masalahnya adalah mereka yang tanpa gejala tapi sudah positif Covid-19 alias carrier. Nah, menurut Doni, apabila 17% masyarakat tadi merasa tidak akan terpapar Covid-19, maka cepat atau lambat orang-orang di sekitarnya akan tertular.



"Inilah yang harus kita lakukan bagaimana secara bersama-sama menggerakkan seluruh instrumen baik yang ada di pusat maupun di daerah dengan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas. Seluruhnya harus ikut terlibat. Kalau kita saja sendirian patuh kepada protokol kesehatan lantas orang-orang di sekitar kita tidak patuh ya cepat atau lambat kita pasti akan tertular," kata Doni.

"Yang menulari itu bukan orang yang jauh, yang menulari kita adalah orang-orang yang sangat dekat dengan kita. Siapa itu? keluarga kita, teman sekerja, teman beraktivitas, mungkin ada komunitas olahraga dan sebagainya. Ini yang perlu kita pahami bahwa setiap orang berpotensi menulari satu sama lainnya," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading