Berat... Pemulihan Ekonomi RI Tak akan Merata di 2021

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
29 September 2020 11:33
Bank Dunia

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengendalian pandemi virus corona dinilai Bank Dunia belum berhasil tertangani dengan baik. Karena kebijakan yang cenderung soft alias lunak akan berdampak cukup signifikan terhadap sektor informal.

Alhasil, prospek pemulihan ekonomi di tahun 2021 diperkirakan tidak akan stabil. Hal ini disampaikan oleh Chief Economist for Asia and the Pacific World Bank, Aaditya Mattoo.

"Indonesia menghadapi prospek pemulihan ekonomi yang tidak merata dan tidak stabil di tahun depan," ujar Mattoo dalam video conference, Selasa (29/9/2020).

Oleh karena itu, membuat Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun ini dan tahun depan. Tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan -1,6% hingga -2%.

Sementara di tahun depan atau 2021, perekonomian Indonesia diperkirakan akan masuk di zona positif, dengan pertumbuhan ekonomi antara rentang 3% hingga 4,4%. Sebelumnya, Bank Dunia memproyeksikan ekonomi RI di tahun depan bisa mencapai 4,8%.

Pemulihan yang belum merata di tahun depan, dijelaskan Mattoo karena sejumlah sektor ekonomi masih akan terpukul di 2021. Utamanya terkait sektor informal dan jasa.

"Pemulihannya akan berbentuk K? Saya bahkan tidak bisa membayangkannya, dan pemulihan mungkin tidak seimbang. Sektor-sektor informal, jasa, terpukul paling keras serta kemiskinan di Indonesia," jelasnya.

Mattoo juga memperkirakan vaksin COVID-19 tak akan tersedia dalam waktu dekat ini. Sehingga dia merekomendasikan kepada pemerintah untuk memperbaiki ekonomi sembari menunggu vaksin.

"Lebih mudah untuk menghidupkan kembali ekonomi, tunggu vaksin, dan cobalah perbaiki kapasitas uji dan tracing," imbuhnya.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading