Oh My! China Tolak Seafood RI Karena Ada Virus Covid-19

News - Thea F, CNBC Indonesia
19 September 2020 11:12
1. Jika Anda berkunjung ke Labuan Bajo, jangan lupa untuk berburu makanan laut segar di Kampung Ujung
2. Di sana, Anda bisa menikmati berbagai macam makanan laut mulai dari ikan, udang, cumi, kepiting, hingga lobster. Harganya bervariasi dari Rp 40 ribu seekor hingga Rp 700 ribu/ekor tergantung beratnya.
3. Lobster dan kepiting yang ditawarkan bobotnya tidak main main, untuk menikmatinya siapkan kocek yang agak tebal. Minimal Rp 500 ribu untuk lobster, tergantung kepandaian Anda dalam tawar menawar.
4. Harga yang ditawarkan sudah termasuk dengan bumbu dan olahan yang Anda inginkan. Mulai dari dibakar, sup, asam manis, goreng, sesuai selera Anda. Rasa dagingnya dijamin berbeda, dan kesegarannya tidak diragukan
5. Wisata kampung ujung kini juga tertata rapi berkat renovasi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR pada 2017-2018 lalu. Kementerian PUPR menganggarkan Rp 40,35 miliar untuk membenahi beberapa titik wisata di Labuan Bajo. 
6. Kampung Ujung paling enak dikunjungi saat malam hari, berbagai turis akan terlihat memadati lokasi mulai dari lokal hingga mancanegara.
7. Selain makanan laut, Anda juga bisa menyicipi kuliner lainnya seperti buah-buahan, jus segar, dan es krim gelato rumahan.   (CNBC Indonesia/Gustidha Budiartie)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China melarang beberapa perusahaan eksportir makanan laut dari Indonesia setelah ditemukan kemasan produk yang tercemar virus corona (Covid-19).

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Bea Cukai China akan menghentikan impor dari PT Puri Indah selama seminggu setelah menemukan partikel virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 pada kemasan ikan buntut beku.

Namun hingga kini, PT Puri Indah yang berbasis di Sumatera Utara belum mengeluarkan pernyataan dan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Semenjak merebaknya wabah ini, pihak berwenang China telah menyelidiki daging impor, makanan laut, kemasan, dan wadah sebagai sumber potensial Covid-19 sejak Juni setelah berulang kali menemukan jejak patogen tersebut.

Tercatat ada enam dari lebih dari 500.000 sampel yang dinyatakan positif virus corona, kata bea cukai pada awal September ini, sebagaimana dilansir dari Bloomberg.

Selain Indonesia, China sebelumnya telah melarang impor produk termasuk daging beku dan udang dari Ekuador, serta sayap ayam dari Brasil setelah dites positif corona.

Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat mengatakan bahwa tidak ada bukti Covid-19 dapat ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan, para peneliti di China menemukan virus corona pada salmon dingin yang mungkin sudah menular selama lebih dari seminggu.

Selain virus corona, Kantor Bea Cukai China juga harus menangani flu babi Afrika (ASF) dan flu burung yang ditularkan melalui hewan babi dan unggas yang berpotensi membahayakan namun belum tentu berakibat fatal, sebagaimana dilaporkan Tech Times.

Meskipun dinyatakan dapat menular selama lebih dari seminggu, masih belum ada pembaruan mengenai rencana pasti larangan China terhadap impor makanan laut dari perusahaan Indonesia.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading