Jemput Investasi Baterai, Erick Thohir Bakal Terbang ke Korea

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
16 September 2020 20:10
Menteri BUMN Erick Thohir  (Dok. BUMN) Foto: Menteri BUMN Erick Thohir (Dok. BUMN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di masa pandemi Covid-19, pemerintah masih terus berupaya untuk memperbaiki perekonomian, salah satunya dengan menggaet investor asing.

Seperti diketahui, pemerintah akan mendorong produksi baterai lithium melalui proyek hilirisasi nikel. Untuk melakukan penjajakan pembangunan pabrik baterai tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana terbang ke Korea Selatan.

"Kita terus create value added hasil pertambangan, terutama untuk produksi baterai. Dengan beberapa negara sedang melakukan penjajakan. Kita usahakan bisnis dari hulu sampai hilir ada di Indonesia karena market Indonesia sangat besar," kata Erick dalam sebuah webinar, Rabu (16/09/2020).


Dalam upaya penjajakan dengan investor untuk pembangunan pabrik baterai tersebut, menurutnya Indonesia juga akan bermitra dengan China. Dan dalam waktu dekat ini, dirinya akan melakukan pertemuan di Korea Selatan.

"Penjajakan ini Alhamdulillah sudah mendapatkan hasil. Salah satunya berpartner dengan China dan beberapa minggu ini kami akan terbang ke Korea, untuk memastikan partnership berjalan," kata Erick melanjutkan.

Seperti diketahui, pada tahun lalu produsen material baterai terbesar di China untuk kendaraan listrik, yakni Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd tengah penjajakan untuk investasi di Indonesia. Kini ada lagi investor asal China yang tertarik untuk investasi baterai lithium.

Hal tersebut tahun lalu sempat disampaikan Direktur Utama PT Antam Tbk (ANTM) yang saat itu dijabat oleh Arie Prabowo Ariotedjo.

"Yang Huayou masih belum final, tapi kalau tadi beda lagi dengan investor lain lagi dari China. Iya (ada yang tertarik lagi) kita harus lihat yang terbaik," ungkapnya selepas Rakor Pengembangan Lithium Battery di Indonesia di Kantor Maritim, Senin, (9/12/2019) silam.

Huayou saat itu dikabarkan siap berinvestasi hingga US$ 1,83 miliar atau setara Rp 25,6 triliun dan sedang mencari rekan lokal. Budi menyampaikan, memang sejak pertengahan tahun lalu, Huayou berencana untuk membangun smelter nikel di Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading