Internasional

ADB: Pertama Sejak 1960, Ekonomi Asia Pasifik Bakal Kontraksi

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
15 September 2020 11:42
A worker walks past inside the Asian Development Bank (ADB) headquarters in Manila June 17, 2009. REUTERS/Cheryl Ravelo/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di sebagian besar Asia Pasifik akan mengalami kontraksi pada tahun 2020. Ini akan menjadi kontraksi pertama kali kawasan dalam hampir enam dekade.

Mengutip AFP, ADB saat ini memproyeksikan kawasan akan mencatatkan kontraksi 0,7% dalam produk domestik bruto (PDB) tahun ini. Angka itu bertolak belakang dengan perkiraan sebelumnya pada bulan Juni untuk pertumbuhan 0,1%.

"Ini akan menjadi kontraksi PDB regional pertama sejak awal 1960-an," katanya lembaga berbasis di Filipina itu, dikutip Selasa (15/9/2020).


"Penurunan terjadi secara menyeluruh, dengan hampir tiga perempat ekonomi regional diproyeksikan mengalami kontraksi, terbesar dalam 6 dekade terakhir."

Namun demikian, ADB mengatakan bahwa pemulihan ekonomi dari dampak pandemi virus corona (Covid-19) akan terjadi tahun depan di seluruh Asia Pasifik. Meski pemulihan tersebut akan cukup "bergelombang".

Sayangnya, ADB juga memperingatkan pemulihan di kawasan itu bisa gagal. Terutama, jika pembatasan lebih lanjut untuk menekan penularan wabah diterapkan dan pandemi terus ada.

Di 2021, PDB kawasan akan tumbuh 6,8%. Meski begitu, angka pertumbuhan itu tetap jauh lebih kecil dari perkiraan sebelum Covid-19 melanda.

"Dengan demikian, pemulihan regional akan berbentuk L atau 'swoosh-shaped' dan bukannya berbentuk V," kata kepala ekonom ADB Yasuyuki Sawada.

"Sementara ekonomi di negara berkembang Asia tetap tangguh, dukungan kebijakan lanjutan diperlukan untuk mendukung pemulihan."

Menurut perhitungan ADB, paket dukungan kebijakan yang diumumkan hingga akhir Agustus telah mencapai total US$ 3,6 triliun atau sekitar 15% dari PDB regional.

Lebih lanjut, ADB mengatakan bahwa pemulihan akan tidak merata di setiap negara di kawasan. Itu dikarenakan pemulihannya akan bergantung pada langkah-langkah penanggulangan wabah yang dilakukan tiap negara.

"Jalur dan kecepatan pemulihan ekonomi di ekonomi regional akan bergantung pada banyak faktor berbeda, yang paling penting adalah kemampuan untuk mengendalikan dan menahan pandemi," kata ADB.

[Gambas:Video CNBC]


(res/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading