Pemerintah Targetkan Produksi Batu Bara Naik 10,7% di 2021

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
27 August 2020 12:28
An undated handout photo of Whitehaven Coal's Tarrawonga coal mine in Boggabri, New South Wales, Australia.   Whitehaven Coal Ltd/Handout via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi batu bara pada 2021 mencapai 609 juta ton, naik 10,7% dibandingkan target tahun ini yang sebesar 550 juta ton.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaludin saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (27/08/2020).

"Proyeksi produksi dihitung berdasarkan kapasitas produksi perusahaan, kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor, serta pertumbuhan ekonomi," tutur Ridwan kepada anggota Komisi VII DPR RI.


Dia mengatakan, dari target produksi 609 juta ton pada tahun depan, penjualan domestik diperkirakan sebesar 168 juta ton, naik dari target tahun ini 155 juta ton, dan ekspor ditargetkan naik 11,6% menjadi 441 juta ton dari 395 juta ton ditargetkan pada 2020.

Dia mengatakan proyeksi penjualan domestik itu dihitung berdasarkan peningkatan kebutuhan batu bara pada berbagai sektor industri dalam negeri seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), industri semen, dan smelter.

"Proyeksi ekspor dihitung berdasarkan kebutuhan pasar ekspor," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Biang Kerok Pabrik Tinggalkan Batu Bara: Harganya Selangit!


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading