Warning Erick ke Direksi BUMN: Tidak Antikorupsi, Kita Copot!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
26 August 2020 15:17
Menteri BUMN Erick Thohir meninjau laboratorium dan fasilitas produksi Bio Farma, perusahaan induk BUMN di bidang farmasi, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8) (Dok. Kementerian BUMN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan tidak akan segan-segan mencopot direksi BUMN yang tak patuh terhadap perintah menjalankan manajemen anti suap.

Hal tersebut dikemukakan Erick saat menjadi pembicara dalam acara Aksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) Tahun 2019 - 2020 yang digelar secara virtual, Rabu (26/8/2020).

"Kalau sampai akhir tahun ini tidak dilakukan juga, ya kita copot saja direksinya karena ini bagian dari komitmen. Karena kalau tidak dilakukan ini akhirnya transformasi, GCG, transparansi tidak berjalan," katanya.

Erick mengaku telah menerbitkan tiga surat edaran yang akan menjadi panduan para perusahaan pelat merah untuk menerapkan manajemen anti suap. Surat edaran pertama, berkaitan dengan larangan pemberian hadiah dalam rapat.

Sementara surat edaran kedua berkaitan dengfan tender penunjukan langsung BUMN. Adapun yang terakhir, yaitu surat edaran tentang pelaksanaan ISO 37001 mengenai transformasi good corporate governance (GCG) dan transparansi.



"Alhamdulillah saya belum puas, hari ini saya dapat laporan baru 53%, tapi saya akan push terus kalau bisa 100%," katanya.

Erick menegaskan bahwa keputusannya yang sering kali merombak jajaran direksi perusahaan pelat merah bukan karena suka atau tidak suka, melainkan lebih melihat kepada kinerja para direksi.

"Masih banyak direksi lama sebelumnya seperti BRI direksi lama, Telkom direksi lama dirut-dirutnya, jadi nanti ada persepsi mengangkat dirut ini karena like and dislike, kita tetap berikan kesempatan semua," ujar Erick.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading